Ini Bahaya Baru Merokok

Pemeriksaan mata

Merokok menyebabkan penyakit jantung, stroke, cacat janin, dan paru-paru sudah umum dibicarakan. Tapi merokok bisa mengganggu penglihatan baru luar biasa. Kaitan baru itu muncul lewat studi yang dimuat dalam JAMA (Journal of American Medicine Association) Opthalmology terbaru.

Adam Paulson dari University of Wisconsin, Madison, School of Medicine, Amerika Serikat, melihat bahwa bahan kimia dalam asap tembakau, seperti kadmium dan timah hitam, berkaitan  dengan sensitivitas kontras yang berkurang. Penderitanya akan mengalami pencahayaan yang rendah, kabut atau silau.

Kadmium adalah neurotoxin yang bisa merusak sel-sel saraf dari sistem penglihatan.

“Aspek penglihatan khusus ini sangat penting karena itu mempengaruhi kemampuan Anda untuk melihat ujung trotoar atau meletakkan kunci ke kunci dalam cahaya rendah,” kata Paulson seperti dikutip situs reuters.com (19/9).

“Jika itu terjadi, tak ada lagi cara untuk memperbaiki. Tidak seperti ketajaman visual, yang dapat Anda perbaiki dengan mudah dengan memakai kacamata atau lensa kontak,” imbuhnya.

Untuk melihat lebih dekat pada dampak dua logam berat, kadmium dan timah hitam, Paulson dan rekan-rekannya menganalisis data dari riset yang lebih besar bertajuk “Beaver Dam Offspring Study”. Studi ini dirancang untuk melihat proses penuaan. Relawan terdaftar dalam penelitian itu antara 2005 dan 2008.

Menurut Paulsen, timbal dan kadmium terakumulasi di retina. Retina adalah lapisan sel-sel saraf di belakang mata yang merasakan cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak.

Berdasakan data itu, ia melibatkan 1.983 peserta tidak mengalami gangguan. Semua diuji ulang pada lima dan 10 tahun setelah penelitian dimulai. Setelah dipantau selama 10 tahun, periset melihat hampir seperempat dari sukarelawan  memiliki beberapa penurunan sensitivitas kontras dan gangguan yang dikaitkan dengan tingkat kadmium.

Sensitivitas kontras relawan lalu diperiksa melalui tes mata. Peneliti membuat pengurangan berturut-turut dalam kontras antara huruf dan latar belakang. Relawan akan mulai dengan huruf hitam dengan latar belakang putih. Kemudian, dengan setiap iterasi, huruf-huruf itu menjadi lebih banyak jumlahnya.

“Tingkat timbal dalam populasi penelitian kami sebenarnya cukup rendah,” kata Paulsen. “Bisa jadi dalam penelitian kami tidak ada cukup pemaparan. Mungkin saja penelitian lain mungkin menemukan sebuah asosiasi. ”

Dari hasil studi tadi menunjukkan bahwa masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka dapat memiliki ketajaman visual yang baik, 20-20, dan masih tidak merasa mereka bisa melihat dengan baik.

“Bahkan orang yang bisa membaca sampai ke huruf terkecil di grafik mata dapat memiliki defisit dalam sensitivitas kontras yang memberitahu kita bahwa penglihatan mereka tidak baik,” ujarnya.

Kadmium adalah neurotoxin, dan itu bisa merusak sel-sel saraf dari sistem penglihatan, kata Singh.

Meski begitu, Dr. Nicholas J. Volpe, George dan Edwina Tarry Professor dan ketua departemen oftalmologi di Sekolah Kedokteran Feinberg di Chicago University, meragukan hasil studi tersebut.

Menurutnya, kepekaan kontras menurun seiring dengan bertambahnya usia, kata Volpe. Tetapi studi baru menunjukkan mungkin ada faktor lain yang dapat mempengaruhinya.

Volpe memperingatkan bahwa penelitian telah menemukan hubungan, tetapi tidak dapat membuktikan bahwa kadmium sebenarnya menyebabkan sensitivitas kontras terhadap penurunan. Itu mungkin kadmium adalah penanda untuk beberapa faktor lain.