<
28 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Anggota Perdopsi Ikut Terlibat Dalam Investigasi Kecelakaan Lion Air

2 min read

Pencairan Lion Air (Foto: alinea.id)

Sebanyak tiga dokter kedokteran penerbangan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdopsi) diterjunkan untuk meneliti kasus kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air JT610. Tiga dokter itu bekerja sebagai anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

 

Ketiga orang itu adalah dr Hidayat SpB, SpKP, dr Djunadi MS SpKP, dan dr Herman Muljadi, MS SpKP. Sehingga dalam hal ini Perdospi telah mengerahkan SDM untuk menyelidiki kejadian-kejadian kecelakaan pesawat udara, termasuk kecelakaan Lion Air ini.

“Ketiga para anggota Perdospi yang berada di KNKT tersebut sudah diminta “stand by” oleh KNKT jika sewaktu-waktu hrs diberangkatkan ke lokasi kecelakaan untuk menjadi investigator di bidang human factor.

Dalam pernyataan tertulisnya (29/10/2018), Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, mengatakan bahwa Perdopsi sangat prihatin dengan terjadinya kecelakaan ini dan menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. “Kami akan menunggu hasil investigasi yg dilakukan KNKT terkait penyebab kecelakaan ini,” ujarnya.

Menurutnya, bagaimanapun dalam kecelakaan pesawat terbang, umumnya penyebab adalah multifaktorial. Jarang sekali yang menjadi penyebab tunggal. Penyebab kesalahan manusia (human factor) hanyalah salah satu sebab saja yg mungkin terkait ataupun tidak terkait.

Kemudian, terkait info yang saat ini didapatkan dari penerbangan JT 610 ini, kelihatannya pesawat masih dalam fase “take off” dan belum mencapai ketinggian untuk sesuai level yg direncanakan.

“Kecelakaan saat take off memang merupakan penyebab kecelakaan terbanyak kedua selain saat “landing“. Berdasarkan data yang ada dalam kecelakaan saat take off, umumnya dari multifaktorial yg ada, penyebab terbanyak adalah “technical error”.

“Namun walaupun lebih kecil kemungkinan, faktor manusia/human factor masih mungkin terjadi,” imbuhnya.

Wawan lebih lanjut, mengatakan bahwa Perdospi concern terhadap upaya meminimalisir kecelakaan pesawat dari sisi human factor dengan melakukan pemantauan kesehatan para pilot oleh anggota Perdospi baik di Balai Hatpen, sebagai Designated Aviation Medical Examiner (DAME), maupun di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), bandara-bandara dan maskapai penerbangan.

Perdospi merekomendasikan agar setiap maskapai penerbangan memiliki SDM Kedokteran Penerbangan (SpKP) untuk meminimalisir human error dalam kecelakaan penerbangan.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: