<
31 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Risikonya Jika Pembuluh Darah di Skrotum Membesar

2 min read

Pergerakan sperma (Foto: ccrmivf.com)

Banyak laki-laki mengalami pembesaran pembuluh darah di kantung zakar, tetapi membiarkannya. Zakar adalah tempat pabrik sperma pada pria. Banyak dari membiarkan dari mereka dan berpikir akan kempes sendiri.

Seperti dilansir situs medicalnewstoday.com (30/10/2018), pembesaran pembuluh tersebut yang varikokel memang tidak memiliki gejala khas. Namun dampaknya lebih kepada masalah kesuburan. Varikokel memmpengaruhi 10 hingga 15 persen pria. Dokter terus memperdebatkan peran varikokel dalam infertilitas.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengobati varikokel dapat  meningkatkan hasil fertilitas. Namun, bukti yang tersedia lemah dan bahwa dokter harus melakukan penelitian lebih lanjut.

Varikokel terjadi ketika hasil tonjolan dari pembuluh darah yang membesar di dalam skrotum. Pembengkakan biasanya menyerupai pembesaran di atas testis, tanpa perubahan warna.

Jika testikel terlalu panas, mereka tidak dapat membuat sperma yang sehat. Kesehatan sperma mempengaruhi kesuburan. Jadi sangat penting bahwa pembuluh darah dapat mendinginkan darah.

Ketika seseorang memiliki varikokel, mereka mungkin juga mengalami pembengkakan dan nyeri pada skrotum.

Kebanyakan pria yang memiliki varikokel tidak memiliki masalah kesuburan. Meski begitu, tingkat infertilitas di antara mereka dengan varikokel, lebih tinggi daripada tanpa varikokel. Perbedaan ini mungkin karena varikokel mengganggu kemampuan tubuh untuk membuat dan menyimpan sperma.

Sebuah studi 2014 mengumpulkan data pada 816 pria dengan masalah infertilitas, dan hampir sepertiga memiliki varikokel. Frekuensi ini menunjukkan bahwa varikokel kadang-kadang, tetapi tidak selalu, merupakan faktor infertilitas.

Kemudian, sebuah meta-analisis 2012 dari riset sebelumnya membuktikan bahwa mengobati varikokel dapat meningkatkan kesuburan, terutama jika penyebab infertilitas pasangan tidak diketahui.

Perhatian utama pada varikokel adalah bahwa tonjolan vena dapat merusak sperma dan menurunkan jumlah sperma. Pada orang-orang dengan jumlah sperma rata-rata, varikokel tidak mungkin menyebabkan infertilitas.

Ketika pasangan tidak dapat hamil, sangat penting untuk melakukan berbagai tes, termasuk jumlah sperma. Namun selama ini banyak dokter yang tidak menganggap bahwa varikokel sebagai penyebab.

Dalam keadaan normal, setiap pembuluh vena di skrotum memiliki katup yang mencegah darah mengalir ke testis terlalu banyak. Tetapi kadangkala katup gagal berfungsi. Ini menyebabkan darah mengalir kembali, merusak pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan.

Namun sejauh ini, dokter tidak sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan katup gagal dan menyebabkan varikokel.

 

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: