<
Sen. Des 9th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Fasilitas Baru di Bamed Women’s Clinic

2 min read

Foto: bamed Women's Clinic

Share this

Peremajaan vagina kini sedang tengah ngetrend. Tidak heran sejumlah klinik memberikan pelayanan yang satu ini. Salah satunya, Bamed Women’s Clinic.

Dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG (K), M.SC, CEO Bamed Healthcare Group dalam sambutannya pada Seminar Media Bamed Women’s Clinic mengemukakan, sebagai bagian dari Bamed Healthcare, Bamed Women’s Clinic selalu berusaha berinovasi untuk memberikan layanan terbaik dalam rangka menunjang kualitas hidup perempuan Indonesia. Teknologinya juga bersifat non-invasif.

Layanan secara invasif (operasi), semi-invasif maupun non-invasif diberikan berdasarkan hasil diagnosis ahli serta kebutuhan pasien dan menjadi solusi bagi permasalahan kebidanan, kandungan dan vagina.

Peremajaan vagina, kata Yassin, merupakan sebuah kebutuhan yang penting dilakukan terutama bagi perempuan yang sudah menikah dan melahirkan. Perubahan fisik vagina seperti penampilan kulit labia yang terlihat mengendur dan berkurangnya kelenturan dinding vagina dapat menurunkan kepercayaan diri
perempuan dan kami memiliki solusinya.

“Bamed menyediakan tenaga ahli, dan teknologi terdepan dalam melakukan tindakan peremajaan vagina baik secara invasif, semi-invasif maupun non-invasif,” ujarnya dalam siaran persnya.

“Kami melakukan edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya melakukan peremajaan vagina serta manfaatnya dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidup.”

Sementara itu, tentang prosedur non-invasif, dr. Yeni menjelaskan, prosedur non-invasif sifatnya tidak melukai permukaan kulit dan mukosa vagina. Keunggulannya ialah tingkat kesulitannya yang lebih rendah serta dapat dilakukan secara sadar dan nyaman.

Selama tindakan berlangsung, pasien akan merasakan kenaikan temperatur yang menimbulkan rasa hangat di daerah vagina maupun labia. “Kenaikan temperatur tersebut dibutuhkan untuk memicu pengencangan yang dimaksud, durasinya sendiri hanya akan memakan waktu selama 20 menit,” kata Yeni.

Setelah tindakan non-invasif, pasien diizinkan untuk langsung pulang dan bisa beraktivitas seperti biasanya, seperti berolahraga bahkan pasien pun dapat langsung berhubungan intim dengan pasangan. Namun demikian prosedur non-invasif, sebaiknya tidak dilakukan saat masa Premenstrual Syndrome (PMS) karena biasanya tubuh akan lebih sensitif, sehingga treatment ini akan terasa kurang nyaman dilakukan pada area sensitif.

“Prosedur ini bersifat tidak permanen tetapi dapat dilakukan proses touch up secara berkala, yaitu antara 6 sampai 24 bulan tergantung kebutuhan,” sambungnya.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: