Ini Bahayanya Jika Pasien Diabetes Diminta Berpuasa Sebelum Tes Kolesterol Darah


Selama ini, jika seseorang ingin memeriksakan kadar kolesterol darah, doktermenyarankan agar berpuasa minimal 10 jam, kecuali minum air putih.Tujuannya, agar mendapatkan hasil yang akurat.

Tapi sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa dalam kasus penderita diabetes, pendekatan ini lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. bisa lebih berbahaya daripada baik.

Para periset dari Michigan State University, East Lansing, Amerika Serikat, melaporkan bahwa berpuasa sebelum tes kolesterol darah dapat menyebabkan gula darah rendah, atau hipoglikemia, pada penderita diabetes yang tengah mengonsumsi insulin atau obat diabetes tipe 2 golongan sulfonylurea.

Dalam riset yang dikutip situs medicalnewstoday.com (7/12/2018), tim peneliti melibatkan 525 penderita diabetes yang biasa berkonsultasi di salah satu dari dua klinik endokrinologi di Michigan, Amerika Serikat.

Para ilmuwan meminta mereka untuk mengisi survei dua halaman. Setelah dianalisis informasi dari relawan tadi, para peneliti menemukan bahwa orang dengan diabetes lebih mungkin untuk mengalami hipoglikemia perjalanan cepat (fasting-evoked en route hypoglicemia FEEHD) jika mereka berpuasa sebelum melakukan tes darah.

Dalam FEEHD, kadar gula darah menjadi rendah secara abnormal – di bawah 70 miligram per desi liter. Jika itu terjadi dapat menyebabkan pingsan dan pusing. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan yang mengancam jiwa jika orang yang bersangkutan mengemudi ke klinik tempat tes darah akan dilakukan.

“Hipoglikemi adalah masalah yang diabaikan yang kita lihat dari waktu ke waktu pada pasien diabetes ketika pergi ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan, setelah melewatkan sarapan,” jelas ketua peneliti Saleh Aldasouqi.

“Pasien terus mengambil obat diabetes mereka tetapi tidak makan apa pun, sehingga kadar gula darahnya rendah yang menyebabkan mereka mengalami kejadian hipoglikemik saat mengemudi ke atau dari laboratorium, menempatkan diri mereka dan orang lain dalam bahaya,” imbuh Aldasouqi.

Temuan ini, yang sekarang muncul dalam International Journal of Endocrinology, dapat mempengaruhi saran dokter untuk penderita diabetes.

“Pasien terus mengonsumsi obat diabetes, tetapi tidak makan apa pun, sehingga kadar gula darahnya rendah yang menyebabkan mereka mengalami kejadian hipoglikemik saat mengemudi ke atau dari laboratorium, menempatkan diri mereka dan orang lain dalam bahaya.”