<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Antibiotik Dapat Mengurangi Kerusakan Kognitif Pada Pasien Diabetes

2 min read

Foto: youtube.com

Pasien diabetes sering mengalami gangguan ingatan. Ini bisa terjadi karena terjadi penurunan kadar gula darah di bawah normal pada pemakaian insulin dan obat diabetes. Antioksidan dipandang dapat mengatasinya.

Gangguan kognitif sering dijumpai pada pasien diabetes. Ini seringkali terjadi karena banyak pasien mengurangi asupan gula yang justru menyebabkan kadar gula darahnya jadi rendah. Untuk memperbaikinya terbilang sulit, meski dilakukan suntikan insulin.

Tapi jangan kuatir, risiko tersebut dapat dikurangi. Studi terbaru yang dikerjakan Dr Alison McNeilly dan rekannya di Universitas Dundee, Glasgow, Skotlandia, menunjukkan bahwa antioksidan bisa mengatasi efek gangguan kognitif pada pasien diabetes. Hasil studinya dipresentasikan pada konferensi tahunan Society for Endocrinology di Glasgow.

Dalam risetnya, Alison dan timnya melakukan ujicoba pada tikus. Mereka memberikan antioksidan sulfain sulforaphane (SFN) kepada tikus yang direkayasa menderita diabetes tipe-1. Diabetes tipe ini disebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Satu kelompok lain tidak diberi SFN.

Walhasil, tikus yang diobati dengan SFN menunjukkan peningkatan ekspresi penanda antioksidan, penurunan kerusakan sel radikal bebas dan secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif dalam tugas-tugas memori.

“Gula darah rendah adalah konsekuensi yang hampir tidak dapat dihindarkan dari terapi insulin,” kata Alison. “Pekerjaan ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan sistem pertahanan antioksidan tubuh sendiri, kita dapat membalikkan beberapa efek samping yang terkait dengan diabetes, seperti fungsi kognitif yang buruk.”

Namun Alison menegaskan, konsentrasi SFN yang digunakan dalam penelitian ini tidak akan dapat dicapai dalam diet normal yang kaya sayuran. “Tapi, ada banyak senyawa yang sangat kuat dalam uji klinis yang dapat mencegah gangguan kognitif yang disebabkan oleh radikal bebas untuk membantu pasien diabetes,” imbuhnya.

Setelah studi ini, Dr McNeilly dan rekan-rekannya sekarang berniat untuk mengetahui apakah obat yang menggunakan senyawa kimia SFN dapat meningkatkan sistem antioksidan tubuh dapat meminimalkan penurunan kognitif yang terkait dengan gula darah rendah pada manusia.

Gangguan kognitifini terbilang serius. Penelitian sebelumnya pada tikus menunjukkanbahwa berulangnya episode gula darah rendah menyebabkan akumulasi sel radikal bebas yang merusak di otak. Apakah penumpukan stres radikal bebas ini secara langsung mempengaruhi fungsi kognitif, dan jika sistem antioksidan tubuh sendiri, yang dapat menghilangkan radikal bebas, dapat dimanfaatkan untuk menangkal perubahan ini dan meningkatkan kualitas hidup tidak diketahui.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: