<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Tes Baru Kanker Serviks Yang Lebih Praktis Daripada Pap Smear

3 min read

Foto: india.com

Selama ini untuk mengetes ada tidaknya sel kanker yang tumbuh di serviks (mulut rahim), para wanita menjalani pemeriksaan dengan pap smear. Namun ongkos untuk pemeriksaan itu relatif mahal.

Jangan kawatir, sebentar lagi para wanita punya pilihan lagi jika ingin melihat ada tidaknya sel kanker serviks. Peneliti Queen Mary University, London, mengembangkan pedeteksi kanker mulut rahim yang lebih akurat dan relatif murah.

Seperti dikutip situs sciencedaily.com (21/12/2018), para ilmuwan itu mengembangkan sebuah tes baru untuk kanker serviks. Dalam uji coba skrining klinis acak terhadap 15.744 wanita di Kanada, alat tersebut terbukti mengungguli tes Pap smear dan tes human papillomavirus (HPV) saat ini digunakan. Harganya pun diklaim lebih murah.

Studi tersebut juga melihat lebih dekat pada subset dari 257 wanita HPV-positif yang secara representatif dipilih dari penelitian besar. Tes baru mendeteksi 93 persen lesi pra-kanker pada wanita-wanita itu

Persentase itu lebih tinggi dibandingkan dengan 86 persen yang terdeteksi menggunakan kombinasi tes Pap smear dan HPV, dan 61 persen terdeteksi menggunakan Pap smear saja. Ini menunjukkan tes baru lebih akurat.

Tes baru secara signifikan lebih baik daripada tes Pap smear atau HPV. Ini mendeteksi 100 persen dari delapan kanker serviks invasif yang berkembang pada 15.744 wanita selama percobaan. Sebaliknya, pap smear hanya mendeteksi 25 persen kanker, dan tes HPV mendeteksi 50 persen.

Berbeda dengan memeriksa pola dalam kode genetik DNA (dioxyribo nucleic acid) yang mengindikasikan virus HPV dalam tes pap smear dan HPV sebelumnya, tes baru melihat penanda kimia yang muncul secara alami yang muncul di atas DNA, membentuk ‘profil epigenetik’ nya.

Riset yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer, peneliti membandingkan tes kanker serviks ‘berbasis epigenetika’ baru dengan tes Pap smear dan HPV.

Mereka bermaksud menyelidiki seberapa baik alat tes tersebut dapat memprediksi perkembangan kanker serviks hingga lima tahun sebelumnya.

Ketua tim peneliti Profesor Attila Lorincz dari Queen Mary University of London, yang juga membantu mengembangkan tes pertama di dunia untuk HPV pada tahun 1988, mengatakan bahwa ini adalah perkembangan yang sangat besar.

“Kami tidak hanya terkejut dengan seberapa baik tes ini mendeteksi kanker serviks,” ujarnya,” Tetapi ini adalah pertama kalinya seseorang membuktikan peran kunci epigenetik dalam pengembangan tumor padat dengan menggunakan data dari pasien di klinik.”

Lorincz mengatakan bahwa dirinya melihat semakin banyak bukti bahwa itu sebenarnya epigenetik, dan bukan mutasi DNA, yang mendorong berbagai macam kanker tahap awal, termasuk kanker serviks, anal, orofaringeal, kolon, dan kanker prostat.

Skrining untuk mencegah kanker serviks biasanya dilakukan melalui Pap smear, yang melibatkan pengumpulan, pewarnaan dan pemeriksaan sel mikroskopis dari serviks. Sayangnya, Pap smear hanya dapat mendeteksi sekitar 50 persen dari pra-kanker serviks.

Kemudian dikembangkan metode skrining serviks yang jauh lebih akurat dengan menggunakan pengujian keberadaan DNA dari HPV – penyebab utama tetapi tidak langsung dari kanker serviks. Diperkirakan ada sekitar 10 juta wanita di Inggris yang terinfeksi oleh HPV.

Namun, tes HPV hanya mengidentifikasi apakah perempuan terinfeksi atau tidak dengan HPV penyebab kanker, tetapi bukan risiko kanker mereka yang sebenarnya.

Sehingga banyak hasil pemeriksaan bersifat positif palsu. Artinya wanita dites HPV menunjukkan hasil positif, sehingga mereka kawatir terkena kanker. Padahal tidak semua HPV penyebab kanker.

“Ini benar-benar merupakan kemajuan besar dalam cara menangani perempuan dan laki-laki yang terinfeksi HPV, berjumlah miliaran di seluruh dunia, dan itu akan merevolusi penyaringan,” sambung Lorincz.

Ia juga mengaku terkejut dengan hasil tes ini yang dapat mendeteksi dan memprediksi kanker serviks dini dengan 100 persen kebenaran, termasuk adenokarsinoma, yang merupakan jenis kanker serviks yang terbilang sangat sulit dideteksi.

“Tes baru ini adalah jauh lebih baik daripada apa pun yang ditawarkan di Inggris saat ini tetapi bisa memakan waktu setidaknya lima tahun untuk didirikan. “

Attila Lorincz

Dengan alat tes ini, jumlah kunjungan ke dokter dan klinik akan mengurangi jumlah kunjungan ke dokter dan janji skrining, karena penyakit akan terdeteksi sejak awal.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: