<
Kam. Nov 21st, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Mau Tahu Kena Anemia atau Tidak? Gunakan Aplikasi Ini

2 min read

Aplikasi. Foto: ratri.id

Share this

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih signifikan terjadi pada remaja putri sampai saat ini. Tapi sebagian besar dari mereka tak mengetahui gejalanya.

Nah, Ratri Ciptaningtyas, SKM, MHS, peneliti dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, membuat aplikasi cek anemia. Hasil temuannya bisa dipertahankan dalam promosi doktor yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, asupan makanan rendah kandungan zat besi hewani maupun nabati serta kurangnya makanan tinggi zat besi menjadi penyebab utama anemia.

Jangan Lupa Baca Juga: Ini Risikonya Bila Ibu Hamil Terkena Anemia.

“Di Indonesia sendiri, pemerintah telah melakukan berbagai program untuk mengurangi anemia pada remaja putri, yang didasarkan pada suplementasi dan fortifikasi,” ujarnya dalam keterangan persnya dari FKUI.

Kementerian Kesehatan menurutnya, telah mengembangkan modul untuk pencegahan anemia yang digunakan sebagai pedoman kesehatan dalam mendidik remaja putri.

Tidak hanya itu, untuk mencegah anemia mereka juga membuat kartu monitoring terkait suplementasi zat besi yang berisi informasi sebagai alat edukasi yang disebarluaskan ke remaja putri.

Jangan Lupa Baca Juga: Hati-hati Sebagian Suplemen Zat Besi Untuk Anemia Memicu Kanker!

“Namun, prevalensi anemia di kalangan remaja putri masih tetap tinggi, sehingga diperlukan alternatif lain untuk mengurangi anemia pada remaja putri,” sambung Ratri.

Akhir-akhir ini, aplikasi android merupakan alat yang menjanjikan untuk mengubah makanan dan asupan nutrisi, sehingga dapat dijadikan alternatif dalam menanggulangi masalah anemia.

Salah satu aplikasi tersebut adalah aplikasi android Remaja Putri Anti Anemia.

Aplikasi tersebut memiliki prinsip bahwa remaja putri yang menggunakan aplikasi ini akan mengalami paparan edu- entertainment.

Misalnya, membaca komik, memantau jurnal makanan mereka, asupan suplemen, mengkonsumsi makanan ringan dan mencoba resep makanan yang disediakan dalam aplikasi.

Sehingga dengan menggunakan aplikasi tersebut, mereka dapat mempertahankan perubahan makanan dan asupan gizi untuk mencegah anemia. 

Dalam pengembangan aplikasi ini ada lima fase utama yang digunakan oleh peneliti, yaitu penelitian formatif, materi pengembangan, pra-intervensi, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap evaluasi ini termasuk pasca-intervensi dan fase tindak lanjut.      

Sebagai kesimpulan, aplikasi ini dapat menjadi alternatif bagi profesional kesehatan dalam melaksanakan Program Remaja Putri.

Efek memuaskan dari aplikasi android terbukti efektif dalam mencapai Hb walau tidak signifikan secara statistik setelah analisis kontrol.

“Efek perubahan pada  makanan dan asupan gizi yang lebih tinggi walaupun hanya B12 yang tetap signifikan hingga follow-up dan setelah analisis kontrol,” katanya.R

Berita Terkait

2 min read

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: