<
Kam. Nov 21st, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Mengenaskan, Bayi Ini Lahir Tanpa Tulang Tengkorak dan Sebagian Otak Hilang

2 min read
Rylei Arcadia sebelum meninggal

Rylei Arcadia sebelum meninggal (Foto: clevelandbanner.com)

Share this

Pada umumnya ibu-ibu akan senang begitu bayinya lahir. Mereka akan mengabarkan kepada saudara dan kerabatnya sambil tersenyum bahagia. Tapi tidak demikian dengan Krysta Davies. Wanita 23 tahun ini justru merasa sedih. Kenapa?

Ia sudah mengetahui bayinya bakal cacat. Ketika hamil 18 pekan, ia menjalani pemindaiand engan ultrasonografi. Dokter kandungan mendapati janinnya menderita anencephaly. Sebagian tulang tengkorak dan otaknya tak nampak.

Dokter memberitahukan bahwa jika lahir bayinya tidak berumur panjang. Dokter menyarankan agar janin dikeluarkan lebih awal.

Seperti dikutip situs dailymail.co.uk (11/1/2019), ia berkonsultasi dengan Derek Lovett, suami Krysta. Krysta menampik anjuran dokter. Warga Tennessee, Amerika Serikat, ini memutuskan untuk membiarkan janinnya ketika usia kehamilannya.

Begitu lahir ia mendonasikan sebagian organ buah hatinya kepada orang lain.

Krysta punya alasan mengapa membuat keputusan tersebut. “Membiarkannya lahir normal, berarti kita memiliki pilihan untuk menyumbangkan organnya sehingga ibu lain dapat membawa pulang bayi mereka (yang membutuhkan),” ujarnya.

“Kami melakukan semua yang kami bisa seperti yang dilakukan kebanyakan orangtua.”

Benar juga, begitu bayi perempuannya yang bernama Rylei Arcadia lahir pada malam Natal 2018, namun meninggal pada malam tahun baru 2019, katup jantungnya langsung disumbangkan Krysta kepada dua bayi lain yang membutuhkan. Sementara itu, paru-parunya diambil oleh salah satu lembaga penelitian setempat.

Perjuangan Krysta Davies luar biasa. Asisten manajer di salah satu perusahaan itu tetap berpikir positif dan terus bekerja keras.

“Aku tahu aku harus bahagia sepanjang kehamilan untuknya. Tidak ada gunanya menempatkan diriku ke dalam sesuatu yang menyedihkan ketika kita memiliki waktu yang terbatas bersama,” katanya.

Pasangan itu bertekad untuk menikmati kehamilan. Krysta ingin merasakan setiap tendangan di janinnya. “Sungguh menakjubkan merasakan tendangannya, saya tidak tahu apakah dia akan bergerak sama sekali, tetapi kami mengetahuinya, karena dia banyak bergerak,” ujarnya.

“Ketika kita melanjutkan kehamilan, dia bergerak semakin dan semakin, aku bisa melihat kakinya yang kecil bergerak di atas perutku.”

Dan begitu Rylei lahir, pasangan itu semakin yakin bahwa mereka telah membuat keputusan yang tepat. Reylei lahir sebagai bayi perempuan cantik.

Seorang forografer dipanggila untuk memotret momen-momen menyedihkan selama beberapa hari – meski Davis berharap bisa menggendongnya sampai 9 bulan.

“Rylei benar-benar cantik, otaknya terbuka tetapi Krysta tidak melihat cacat atau kondisinya, dia melihat putrinya dan cinta murni bersinar darinya,” kata Clarissa Tilley, seorang fotografer wanita itu.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: