<
Kam. Nov 21st, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Aplikasi Ibu Hamil dan Pemantau Tumbuh Kembang Bayi

2 min read

Foto: cdc.gov

Share this

Untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, perlu pemantauan kesehatan ibu dan anak. Untuk itu diciptakan sebuah metode baru dalam
pengumpulan data pemantauan kesehatan ibu dan anak berupa aplikasi elektron
ik.

Aplikasi tersebut diperuntukkan buat bidan dan dikembangkan berdasarkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Aplikasi ini dilengkapi dengan analisis asupan dan status gizi ibu hamil menggunakan data dari tabel komposisi pangan Indonesia.

Metode aplikasi elektronik dapat membantu memfasilitasi pelaporan dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan dan analisis data dibandingkan metode konvensional berbasis kertas.

Untuk membuktikan manfaat aplikasi tersebut, dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, melakukan riset dalam rangka memperoleh gelar Doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gelar itu berhasil diraih dalam promosi doktor di FKUI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat (18/1/2019).

Seperti dalam keterangan persnya, studi tersebut menggunakan desain kohort prospektif dengan uji statistik perbandingan antara data yang didapat dengan menggunakan metode aplikasi elekronik dan yang didapat dengan menggunakan metode konvensional berbasis kertas.

Efektivitas dinilai berdasarkan respon bidan sebagai pengguna aplikasi dan jumlah data yang dikumpulkan, penyelesaian pengisian data, kelengkapan data yang dikumpulkan, dan apakah data yang dikumpulkan menggunakan kedua metode sama.

Lalu, efisiensi dinilai berdasarkan perbandingan waktu yang dibutuhkan bidan dalam mengisi data dan waktu yang dibutuhkan hingga peneliti dapat mengakses data untuk dianalisis secara statistik antara kedua metode pengumpulan data.

Riset dilaksanakan di kota Malang, Medan dan Jabodetabek dan dilaksanakan oleh 107 bidan yang telah dilatih untuk menggunakan aplikasi elektronik.

Tiap bidan mengumpulkan 10 data ibu hamil trimester pertama berumur 20–35 tahun yang dicatat data kesehatan, asupan makanan dan status gizinya dalam kedua metode tiap trimester selama kehamilannya dan dicatat data tumbuh-kembang bayinya setiap bulan sejak lahir hingga berumur tiga bulan.

“Bidan diminta untuk tetap melaksanakan pembuatan laporan pemantauan dengan metode konvensional berbasis kertas dan mencatat waktu yang dibutuhkan untuk pengisian dan pelaporan data kedua metode,” ujarnya.

Penelitian ini mendapatkan respon bidan sebagai pengguna, jumlah data yang dikumpulkan, penyelesaian pengisian data dan data yang didapatkan dari kedua metode tidak berbeda.

Data dari metode aplikasi elektronik lebih lengkap, demikian juga dengan waktu yang dibutuhkan bidan untuk mengisi data dan waktu yang dibutuhkan peneliti untuk mengakses dan menganalisis data lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang dibuktikan dengan uji statistik.

“Aplikasi elektronik terbukti efektivitas dan efisiensinya untuk pemantauan gizi ibu hamil dan tumbuh kembang bayi,” tambah Dian.

Dian menyarankan agar bidan memanfaatkan aplikasi elektronik sebagai alat bantu dalam pelaksanaan pemantauan kesehatan ibu dan anak dalam lingkup nasional.

“Jika itu dilakukan secara rutin, diharapkan dapat mengatasi masalah keterlambatan dalam pelaporan dan hasil analisis data didapatkan lebih segera untuk memberi kemudahan dalam pengambilan keputusan, terutama agar dapat tercapai tumbuh kembang anak yang optimal.”

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: