<
Rab. Okt 23rd, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Makanan Berprotein Tinggi Penting Untuk Gizi Pasien Kanker Paru

2 min read

Hasil pemindaian kanker paru (Foto: israel21c.org

Share this

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker.

Kanker paru, hati, lambung, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya. Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.

Khusus tentang kanker paru, tidak hanya merupakan jenis kanker dengan kasus baru tertinggi dan penyebab utama kematian akibat kanker pada penduduk laki-laki yang dikaitkan dengan kebiasaan merokok.

Ini temuan baru Ahmad Hudoyo soal kanker paru

Namun ternyata kanker paru juga memiliki persentase kasus baru cukup tinggi pada penduduk perempuan. Secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk di semua usia di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4‰, yang pada tahun 2018 ini data riset kesehatan dasar menunjukkan peningkatan menjadi 1,8‰. 

Pasien kanker umumnya mengalami penurunan berat badan sejalan dengan perkembangan penyakitnya, dengan insiden kurang gizi pada kanker diperkirakan antara 40–80%.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), konsekuensi dari kurang gizi meliputi meningkatnya risiko komplikasi, menurunnya respon dan toleransi terhadap terapi, rendahnya kualitas hidup, dan menurunnya angka harapan hidup. 

Pada kanker, menurut Dr dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK, penurunan berat badan dikaitkan dengan kaheksia kanker. Kaheksia yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kehilangan otot, dan kelemahan umum dengan penyebab mulifaktorial, termasuk efek peningkatan proses peradangan (inflamasi).

Nah Diana ingin membuktikan lewat disertasinya yang digunakan untuk meraih gelar doktor di FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, yang berhasil diraihnya pada Jumat (19/1/2019).

Menurutnya, riset ini dilakukan pada penderita kanker paru dengan kaheksia dengan tujuan melihat gambaran profil dan hubungan antara asam amino dalam darah, status gizi, asupan dan penanda peradangan. 

“Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar subjek kanker kaheksia mengalami anemia, albumin kurang, tidak nafsu makan dengan asupan protein yang rendah,” ujarnya.

Untuk kandungan asam amino dalam darah, beberapa kadarnya jauh dibawah orang Asia lainnya, yang mungkin terkait dengan jumlah dan variasi jenis protein yang dikonsumsi. 

Sementara itu kadar penanda inflamasi didapatkan tinggi pada sebagian penderita.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kadar beberapa asam amino dengan kadar hemoglobin, albumin, nafsu makan dan penanda peradangan, sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah dan jenis asupan protein penting bagi penderita kanker.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: