<
Sel. Okt 22nd, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

WHO: Pada Tahun 2018, Ada 348.809 Kasus Baru Kanker di Indonesia

2 min read

Foto: nouvelles.umontreal.ca

Share this

Union for International Cancer Control (UICC) mencanangkan tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia. Dan untuk tiga tahun lembaga tersebut menggunakan tema “I am and I will”.

Pemaparan kanker

Tema itu diberikan untuk menunjukkan sebagai wujud komitmen individu siapa pun kita bahwa setiap diri kita mempunyai kekuatan untuk mengurangi dampak kanker pada dirinya, keluarga, masyarakat dan dunia.

Maka Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang DKI Jakarta Raya (Jaya)menggelar edukasi, termasuk kepada media. Edukasi diselenggarakan di RS Cipto Mangunkusumo, Kirana, Jalan Kimia, Jakarta Pusat (17/1/2019).

Dalam kesempatan pertama, Ketua POI Jaya Dr dr Chospiadi Irawan SpPD KHOM-FINASIM menjelaskan tentang kanker. Ia mengatakan bahwa jumlah penderita kanker terus meningkat. “Data WHO yang didapat dari studi Globocan tahun 2018 menyebutkan bahwa di Indonesia ada 348.809 kasus baru kanker. Sedangkan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210 orang,” ujarnya.

Agar angka tersebut bisa dikurangi, maka perlu deteksi dini. Selama ini, pasien mengakui tidak merasakan adanya keluhan atau gejala. Pasien baru ke dokter setelah berada dalam stadium lanjut, yanga kemungkinan kecil bisa disembuhkan harapan hidup pasien makin menipis.

“Kanker bukan lagi vonis mati, karena sejatinya 90% pasien kanker bisa disembuhkan jika diobati dalam stadium dini. Dengan penanganan multidisiplin — baik secara bedah, terapi sistemik, dan radiasi,” sambung Chospiadi.

Sementara itu, Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo SpOkn Rad, Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) mengutarakan bahwa melalui program registrasi kanker secara nasional, pihaknya akan terus-menerus membuat peta karakteristik penyakit kanker. “Selain itu juga fasilitas dan sumber daya setiap provinsi,” katanya.

Menurutnya, sekitar 70% pasien kanker di Indonesia meninggal atau kesulitan keuangan satu tahun lebih besar daripada beban akibat HIV dan malaria.

Selanjutnya, Prof Dr dr Aru W Sudoyo, Ketua POI Pusat dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah mendorong dan menyiapkan serangkaian kegiatan yang bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas mengenai kanker dan penanganannya, seperti kejasama dengan sejumlah cabang, seperti POI Jaya.

“Di antara kegiatan tersebut adalah road show penanganan nyeri pada kanker, peningkatan pengetahuan dokter melalui berbagai seminar, dan kampanye penanggulangan kanker bersama-sama organisasi penyakit kanker,” ucapnya.



Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: