<
Kam. Nov 21st, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Harapan Baru Kontrasepsi Pria

2 min read
Share this

Peneliti asal Cina mengembangkan teknik kimia yang bisa menghasilkan kontrasepsi bagi pria. Mirip dengan vasektomi, tapi tanpa operasi. Lebih reversibel.

Selama beberapa dekade, perempuan memikul sebagian besar beban kontrasepsi dengan penggunaan pil KB (keluarga berencana). Mereka harus meminum rutin setiap hari dengan risiko efek samping seperti penggumpalan darah dan kanker payudara.

Selama beberapa dekade, perempuan memikul sebagian besar beban kontrasepsi dengan penggunaan pil KB (keluarga berencana). Mereka harus meminum rutin setiap hari dengan risiko efek samping seperti penggumpalan darah dan kanker payudara.

Baca Juga: Sebentar Lagi Akan Ada Kontrasepsi Pria Baru

Sebab, selama ini belum ada pil kontrasepsi untuk pria. Yang ada cuma kondom dan vasektomi (operasi menyumbat atau memotong saluran sperma agar tak menemui sel telur di rahim perempuan. Namun kondom dinilai gagal untuk mencegah kehamilan. Sedangkan vasektomi, meski efektif, tapi dinilai kruang reversible.

Namun sekarang, terinspirasi oleh koktail berlapis berwarna-warni, para peneliti yang dipimpin Xiaolei Wang, telah mengembangkan kontrasepsi pria jangka menengah yang bersifat reversibel. Mereka melaporkan hasilnya di jurnal ACS Nano.

Seperti dilansir situs sciencedaily.com (30/1/2019), mereka mendapat inspirasi dari koktail, seperti Galaxy, yang dibuat oleh para bartender dengan meletakkan cairan berwarna-warni di gelas. Jika minuman diaduk atau dipanaskan, lapisannya bergabung menjadi cairan yang seragam.

Wang dan rekannya bertanya-tanya apakah mereka bisa menggunakan pendekatan serupa untuk menyuntikkan lapisan bahan untuk memblokir vas deferens, saluran yang membawa sperma dari testis. Menerapkan panas akan menyebabkan lapisan bercampur, menghancurkannya dan “mencabut pipa.”

Baca Juga: Ini Bahaya terapi Sulih Hormon dan Kontrasepsi Oral

Tim menguji pendekatan mereka pada tikus jantan. Mereka secara berurutan menyuntikkan empat lapisan bahan ke dalam vas deferens. Hidrogel itu membentuk penghalang fisik terhadap sperma. Sedangkan nanopartikel emas, yang memanas ketika disinari dengan cahaya yang mirip dengan inframerah dan ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA), suatu bahan kimia yang memecah hidrogel.

Walhasil, bahan yang disuntikkan menjaga tikus jantung agar tak bisa menghamili betina selama lebih dari 2 bulan.

Namun, ketika para peneliti menyinari lampu inframerah di dekat tikus selama beberapa menit, lapisan-lapisan itu bercampur dan larut, memungkinkan hewan-hewan jantan tadi menghasilkan keturunan. Para peneliti mengatakan bahwa sementara percobaan percontohan ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi keamanan bahan.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: