<
28 November 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Tes Darah Baru Untuk Deteksi Nyeri

2 min read
Rasa nyeri.

Rasa nyeri. (Foto: lifescience.com)

Sebuah tes terobosan yang dikembangkan oleh para peneliti Indiana University School of Medicine, Amerika Serikat. Mereka berhasil mengembangkan sebuah metode baru pemeriksaan darah untuk mengukur rasa sakit. Ini bisa membantu mengurangi ketergantungan mereka pada obat-obat pereda nyeri.

Tes darah, yang pertama dari jenisnya, akan memungkinkan dokter jauh lebih akurat dalam mengobati rasa sakit – serta pandangan jangka panjang yang lebih baik pada masa depan medis pasien.

Studi tersebut dipimpin oleh profesor Alexander Niculescu, MD, PhD, seorang psikiater dan diterbitkan minggu ini di jurnal Nature Molecular Psychiatry. Tulisan tersebut juga dikutip situs sciencedaily.com (13/2/2019).

“Kami telah mengembangkan prototipe untuk tes darah yang secara obyektif dapat memberi tahu dokter jika pasien kesakitan, dan seberapa parah rasa sakit itu. Sangat penting untuk memiliki ukuran nyeri yang objektif, karena rasa sakit adalah sensasi subjektif. Sampai sekarang kami harus bergantung pada laporan pasien sendiri atau kesan klinis yang dimiliki dokter,” kata Niculescu.

“Ketika kami memulai pekerjaan ini, itu adalah ide yang tidak masuk akal. Tetapi idenya adalah menemukan cara untuk memperlakukan dan meresepkan hal-hal yang lebih tepat untuk orang-orang yang kesakitan.”

Dalam riset itu, Niculescu dan koleganya, mengamati biomarker yang ditemukan dalam darah – dalam hal ini molekul yang mencerminkan tingkat keparahan penyakit.

Sama seperti glukosa berfungsi sebagai biomarker untuk diabetes, biomarker ini memungkinkan dokter untuk menilai tingkat keparahan rasa sakit yang dialami pasien, dan memberikan pengobatan secara obyektif dan terukur.

Kata Niculescu, epidemi opioid terjadi karena obat-obatan yang membuat ketagihan terlalu banyak diresepkan bisa dicegah. Selama ini, mereka asal minum opiad tanpa mengetahui tingkat keparahan rasa nyerinya.

“Sebelumnya, dokter tidak diajarkan alternatif yang baik. Pikirannya adalah bahwa orang ini (pasien) mengatakan mereka kesakitan, mari kita meresepkannya (opioid),” ucap Niculescu.

Tes darah Niculescu membantu dokter mencocokkan biomarker dalam darah pasien dengan opsi perawatan potensial.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: