<
21 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Alkohol Baik Untuk Orang Berusia 50 Tahun Ke Atas?

2 min read
Lansia Minum Alkohol

Lansia Minum Alkohol (Foto: theconversation.com)

Minum bir yang mengandung alkohol, diklaim membahayakan kesehatan, seperti penyakit jantung, kanker dan sebagainya. Sehingga alkohol pun tak baik dikonsumsi untuk orang di atas usia 50 tahun sekalipun.

Namun, sebuah studi baru-baru ini yang meneliti dampak kesehatan dari konsumsi alkohol pada usia yang berbeda, menyimpulkan risiko minum alkohol pada usia manula terhadap penyakit itu lebih rendah.

Riset baru-baru ini yang dipimpin Dr. Timothy Naimi, dari Boston Medical Center di Massachusetts, Amerika Serikat, menunjukkan hasil studi tersebut yang dimuat dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs terbitan awal pekan ini. Riset itu juga dikutip oleh situs medicalnewstoday.com (1/3/2019).

Para peneliti berpendapat bahwa studi sebelumnya mengukur dampak alkohol terhadap kesehatan mungkin cacat. Mereka berpendapat bahwa ini bermasalah karena mengecualikan siapa saja yang mungkin telah meninggal karena alkohol sebelum usia 50 tahun. Seperti yang mereka jelaskan, “Orang yang meninggal tidak dapat didaftarkan dalam studi kohort.”

Padahal, menurut penulis, hampir 40 persen kematian akibat konsumsi alkohol terjadi sebelum usia 50 tahun. Ini berarti bahwa sebagian besar penelitian tentang potensi risiko alkohol tidak memperhitungkan kematian ini dan dapat meremehkan bahaya yang sebenarnya.

Untuk menyelidiki kembali, penulis memasukkan soal kematian ke dalam data dari Aplikasi Dampak Penyakit Terkait Alkohol yang dikelola oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Menurut CDC, aplikasi ini “memberikan perkiraan dampak kesehatan terkait alkohol di tingkat nasional dan negara bagian, termasuk kematian dan tahun-tahun hilangnya nyawa yang potensial.”

Analisis menunjukkan bahwa tingkat risiko terkait alkohol seseorang sangat dipengaruhi oleh usia.

Secara total, 35,8 persen kematian terkait alkohol terjadi pada orang berusia 20-49 tahun. Ketika melihat kematian yang dicegah oleh konsumsi alkohol, para ilmuwan hanya menemukan 4,5 persen pada kelompok usia ini.

Meskipun 35 persen kematian terkait alkohol yang sama terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas, penulis menemukan 80 persen besar kematian dicegah oleh alkohol dalam demografi ini.

Para periset juga melihat perbedaan yang mencolok antara kelompok umur ketika mereka melihat jumlah tahun potensial yang hilang akibat alkohol. Mereka menunjukkan bahwa 58,4 persen dari jumlah total tahun yang hilang terjadi pada mereka yang berusia 20-49 tahun. Namun, kelompok umur ini yang bisa hidup sehat dengan minum alkohol hanya menyumbang 14,5 persen.

Di lain pijak, kelompok yang berusia di atas 65 tahun menyumbang 15 persen dari keseluruhan tahun kehidupan yang hilang, tetapi 50 persen dari tahun kehidupannya diselamatkan.

Para penulis menyimpulkan bahwa orang yang lebih muda “lebih mungkin meninggal akibat konsumsi alkohol daripada mereka yang mati karena kurang minum,” tetapi orang yang lebih tua lebih mungkin mengalami manfaat kesehatan dari minum alkohol secara moderat.

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: