<
24 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Gemuk Baik Untuk Penderita Stroke. Ini Penyebabnya

2 min read

Gemuk selama ini dikaitkan dengan berbagai risiko terkena penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga stroke. Tapi bagi yang sudah terkena stroke, menjadi gemuk dan obese ada baiknya. Kenapa? Orang gemuk yang terkena stroke bisa bertahan hidup lebih lama daripada yang penderita stroke yang kurus.

Adalah studi yang dilakukan oleh Dr Zhou Lui, peneliti dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat yang menunjukkan hal itu. Seperti dilansir situs medicalnewstoday.com (7/3/2019), Liu meneliti 1.033 pasien stroke iskemik (yang diakibatkan penggumpalan darah di otak).

Mereka rata-rata berusia 71 tahun dan memiliki indeks masa tubuh (IMT) rata-rata 27,5. IMT adalah indikator untuk menetukan seseorang yang diukur dari berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter persegi.

Mereka dibagi dalam 5 kategori berdasarkan IMT. Yaitu kurus, normal, kegemukan, obesitas dan sangat obesitas Orang yang memiliki IMT 25-29,5 dinyatakan kegemukan, sedangkan di atas itu disebut obesitas dan sangat obese, sedangkan yang kurang normal IMTnya di bawah 19,5.

Peneliti memantau kondisi mereka 3 bulan setelah terkena stroke. Walhasil, orang yang sangat obesitas berrpeluang hidup lebih lama setelah serangan stroke sebesar 62 persen. Ini lebih tinggi persentasenya ketimbang orang stroke yang beratnya normal, yaitu 46 persen. Sedangkan yang hanya obese saja 16 persen.

Namun demikian Liu, mengakui bahwa studi ini hanya observasi dan dilakukan pada jumlah yang terbatas di California Selatan. Sehingga belum bisa diambil kesimpulan.

%d blogger menyukai ini: