<
28 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ingat, Diabetes dan Serangan Jantung Serang Kaum Muda

2 min read
Diabetes dan serangan jantung mengenai anak muda

Diabetes dan serangan jantung mengenai anak muda (Foto: insidephilantropy.com)

Kalau dulu serangan jantung banyak menimpa para lansia yang berasal dari para perokok dan pengguna obat diet, kini tidak lagi. Sekarang serangan jantung jantung juga menyerang kalangan usia milenial. Itu tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Itu terungkap dalam riset yang dipresentasikan di Sesi Ilmiah Tahunan ke-68 American College of Cardiology.

Penelitian, yang dikutip situs sciencedaily.com (7/3/2019), mengungkapkan bahwa 1 dari 5 penderita serangan jantung berusia 40 tahun atau lebih muda. Itu berdasarkan studi 16 tahun (2000 hingga 2016). Menurut studi itu pula, kadar serangan janutng pada kaum muda naik 2 persen dalam satu dekade terakhir.

“Sangat jarang melihat seseorang di bawah usia 40 tahun dan mengalami serangan jantung – dan beberapa orang sekarang berusia 20-an dan awal 30-an,” kata Profesor Ron Blankstein, MD, seorang ahli pencegahan jantung Woman and Bringham Hospital, Harvard Medcail School, Boston, Amerika Serikat. “Berdasarkan apa yang kita lihat, tampaknya kita bergerak ke arah yang salah,” ujar Blankstein.

Selain itu, meskipun 10 tahun lebih muda daripada mereka yang mengalami serangan jantung di usia 40-an, mereka memiliki tingkat hasil yang sama, termasuk meninggal akibat serangan jantung, stroke, atau alasan lainnya.

“Bahkan jika Anda berusia 20-an atau 30-an, begitu Anda mengalami serangan jantung, Anda berisiko lebih banyak mengalami penyakit kardiovaskular dan Anda merea lebih tua daripada usia sebenarnya,” kata Blankstein.

Riset tersebut melibatkan total 2.097 pasien muda (<50 tahun) yang dirawat karena serangan jantung di dua rumah sakit besar. Dari jumlah tersebut, 20 persen berusia 40 atau lebih muda. Peneliti melakukan pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk melihat jantung pembuluh darah dan arteri. Kelompok yang sangat muda juga memiliki pelebaran arteri koroner yang lebih spontan – yang, meskipun jarang, cenderung lebih umum pada wanita, terutama selama kehamilan.

Untuk itu Blankstein menekankan pentingnya pencegahan. “Saran saya menghindari tembakau, berolahraga teratur, makan makanan jantung yang sehat, menurunkan berat badan jika perlu, kelola tekanan darah dan kolesterol, hindari diabetes jika Anda bisa, dan jauhi kokain dan ganja karena itu tidak selalu baik untuk jantung Anda,” tambahnya.

Selain menderita serangan jantung, kaum milenial juga berisiko tinggi terkena diabetes. Blankstein dan timnya menemukan bahwa 1 orang yang menderita serangan jantung pada usia muda – yang didefinisikan lebih muda dari 50 tahun – juga menderita diabetes.

Diabetes tidak hanya merupakan salah satu faktor risiko terkuat untuk mengalami serangan jantung, tetapi juga memprediksi kejadian di masa depan pada orang muda yang sebelumnya pernah mengalami serangan jantung. Pasien-pasien ini membutuhkan perawatan yang agresif dan dokter harus memperhatikan semua faktor risiko yang dapat dimodifikasi lainnya.

Kabar baiknya, kata Blankstein, adalah bahwa sekarang ada dua kelas obat diabetes yang juga telah ditunjukkan dalam uji klinis untuk mengurangi kemungkinan kejadian kardiovaskular, termasuk serangan jantung atau stroke.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: