<
28 November 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Vitamin C Dapat Memangkas Lama Rawat di ICU

3 min read
Vitamin C tidak hanya menjaga tubuh tetap fit, melainkan juga dapat mempercepat penyembuhan pasien ICU
Vitamin C dapat memangkas lama rawat inap pasien di ICU

Vitamin C dapat memangkas lama rawat inap pasien di ICU (Foto:maxliving.com)

Sudah lama kita ketahui begitu banyak vitamin C. Selain membuat tubuh menjadi lebih fit, vitamin C juga bisa memangkasnya lamanya perawatan pasien di ICU, sehingga dapat memangkas ongkos perawatan juga.

ICU adalah departemen di rumah sakit yang merawat orang-orang yang sakit kritis dengan kondisi yang mengancam jiwa. Di sana, mereka menerima perawatan 24 jam dan dukungan kehidupan dari tim khusus.

Alasan untuk masuk ke ICU banyak dan beragam. Contohnya termasuk operasi besar, gagal jantung, stroke, kecelakaan lalu lintas, luka bakar parah, infeksi serius, dan penyakit kronis dan terminal.

Adalah Harri Hemilä dari University of Helsinki di Finlandia dan Dr. Elizabeth Chalker dari University of Sydney di Australia, yang melakukan studi yang hasilnya dimuat dalam jurnal Nutrients. Di jurnal itu yang kemudian dikutip situs medicalnewstoday.com (30/3/2019), mereka menjelaskan bagaimana mereka menemukan “bukti yang sangat signifikan secara statistik” yang menyebabkan sampai pada kesimpulan mereka.

Analisis yang dikumpulkan dari data dari selusin percobaan menemukan bahwa memberi pasien vitamin C mengurangi waktu yang dihabiskan di unit perawatan intensif (ICU) dengan rata-rata 8 persen.

Karena dampak luas vitamin C dalam tubuh manusia, dan fakta bahwa orang yang sangat sakit membutuhkan dosis harian yang lebih tinggi daripada orang yang sehat, Hemilä dan Chalker memutuskan untuk menyelidiki bukti tentang bagaimana vitamin C berdampak pada lama waktu yang dihabiskan orang di ICU.

Periset melakukan studi kepustakaan pada mengidentifikasi 18 uji coba terkontrol yang sudah dilakukan dengan mencakup total 2.004 pasien. Dari uji coba ini, 13 di antaranya berupa studi mengenai efek vitamin C pada pasien operasi jantung.

Analisis yang dikumpulkan dari 12 percobaan, yang mencakup total 1.766 pasien, mengungkapkan bahwa pemberian vitamin C memotong lama tinggal di ICU dengan rata-rata 7,8 persen.

Hasil analisis itu mengungkapkan bahwa memberi pasien dosis vitamin C mulai dari 1 hingga 3 g per hari, waktu yang dihabiskan di ICU rata-rata 8,6 persen.

Dalam tiga percobaan, pasien ICU membutuhkan lebih dari 24 jam “ventilasi mekanis.” Analisis data mereka menunjukkan bahwa vitamin C mengurangi lamanya waktu yang dibutuhkan ventilasi mekanik sebesar 18,2 persen.

Para penulis tidak mengklaim bahwa bukti tersebut cukup untuk membenarkan perubahan pada praktik ICU.

Namun, mereka berpendapat bahwa temuan mereka berfungsi sebagai “bukti konsep” dan menyerukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki efek vitamin C pada pasien ICU.

“Dalam penelitian lebih lanjut,” tulis mereka, “hubungan dosis-respons harus diselidiki dengan hati-hati, dan pemberian oral dan intravena harus dibandingkan secara langsung.”

Vitamin C “penting untuk kesehatan manusia.” Namun, tubuh manusia sepenuhnya bergantung pada sumber makanan untuk suplai karena tidak dapat membuat atau menyimpannya.

Para ilmuwan telah menggambarkan vitamin C sebagai “bahan makanan fungsional” karena “aktif secara biologis” dan memiliki “efek yang terbukti secara klinis” yang membantu mencegah, mengelola, dan mengobati penyakit kronis.

Cara-cara vitamin C bekerja dalam tubuh sangat kompleks dan rumit. Senyawa ini melayani banyak peran dalam banyak proses. Sebagai contoh, ini membantu membuat protein yang penting untuk produksi energi dalam sel, mempertahankan tekanan darah, dan memiliki fungsi kardiovaskular lainnya. Juga, melalui kemampuannya untuk berinteraksi dengan DNA, vitamin C dapat mengaktifkan dan membungkam banyak gen.

Uji coba terkontrol juga mengungkapkan bahwa, antara lain, vitamin C dapat mempersingkat durasi flu biasa, mengurangi glukosa darah pada penderita diabetes, menurunkan tekanan darah, membuka saluran udara terbatas, dan menurunkan tingkat atrial fibrilasi.

Karena penyakit dan kondisi tertentu dapat mengakibatkan penurunan dramatis dalam pasokan vitamin C dalam tubuh, orang-orang di rumah sakit seringkali memiliki tingkat yang sangat rendah dalam darah mereka.

Misalnya, infeksi, pembedahan, luka bakar, dan jenis stres fisiologis lainnya dapat menyebabkan penurunan tiba-tiba vitamin C karena cara mereka memengaruhi metabolisme tubuh.

Untuk mempertahankan kadar vitamin C dalam darah yang setara dengan orang sehat, individu yang sakit kritis perlu mengonsumsi sekitar 4 gram vitamin C per hari. Ini secara signifikan lebih dari 0,1 g vitamin C harian yang dibutuhkan orang sehat

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: