<
24 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Tanaman Korea Ini Bisa Musnahkan Kanker Mata

3 min read
Coralberry dapat obati kanker mata

Coralberry dapat obati kanker mata (Foto: npot.org)

Kanker mata memang terbilang relatif jarang kasusnya dibandingkan dengan kanker serviks, kanker usus, kanker payudara, dan kanker paru. Hanya lima hingga enam kasus per juta orang terjadi setiap tahun, menurut University of Michigan Kellogg Eye Center di Ann Arbor, Amerika Serikat.

Ini meningkat menjadi sekitar 21 kasus per juta orang pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun begitu, tak bisa dibiarkan jika dia menyebar ke organ lain. Jadi mau nggak mau harus dicari penangkal atau penghambatnya.

Upaya para peneliti sudah banyak dilakukan. Salah satunya yang tengah dikembangkan periset Jerman. Seperti dilansir situs medicalnewstoday.com (28/3/2019), mereka menemukan bahwa coralberry yang berasal dari Korea itu bisa menumpas kanker mata.

Coralberry memiliki buah berwarna merah cerah. Di negara asalnya kerap dijadikan hiasan yang ideal, terutama selama musim liburan. Karena popularitas ini, para ilmuwan telah memeriksa bagian-bagiannya dengan sangat rinci.

Baca Juga: Kelak Kanker Dapat Dicegah.

Daunnya diklaim mengandung bakteri yang menghasilkan bentuk insektisida alami yang disebut FR900359 (FR). Ini telah berada di radar komunitas sains selama 30 tahun. Zat ini melindungi coralberry dari serangga dan telah menjadi fokus penelitian yang mengklaim bahwa FR dapat mengobati asma bahkan lebih efektif daripada obat standar.

Kini FR juga menjadi subjek penelitian baru, yang hasilnya muncul dalam jurnal Science Signaling.

Bersama rekan-rekannya di Amerika Serikat, para peneliti dari Universitas Magdeburg dan Bonn, keduanya di Jerman, percaya bahwa mereka telah menemukan penggunaan baru racun tersebut. “Zat ini menghambat kelompok molekul penting dalam sel, protein Gq,” kata Dr. Evi Kostenis, dari Institut Biologi Farmasi Universitas Bonn.

Baca Juga: Sarkoma, Penyakit Kanker Yang Sulit Diobati.

Protein ini bertindak mirip dengan pusat kendali darurat. Ketika sinyal mengaktifkannya, protein Gq dapat menghidupkan dan mematikan jalur metabolisme sel. Namun, ini hanya terjadi dalam waktu singkat, setelah itu sel kembali ke keadaan normal.

Dalam kasus kanker mata yang disebut uveal melanoma, dua protein Gq tetap aktif secara permanen. Mutasi yang menyebabkan ini menghasilkan sel membelah secara terus menerus.

Penyebab kanker saat ini tidak diketahui, tetapi lebih umum pada orang berkulit putih dan mata biru atau hijau.

Para ilmuwan sudah tahu bahwa FR dapat menghentikan protein Gq agar tidak diaktifkan dengan menempel padanya. Namun, apa yang peneliti temukan terbaru adalah bahwa FR dapat menghentikan pembelahan sel. “Itu adalah sesuatu yang tidak diharapkan oleh siapa pun,” kata Kostenis.

Ini mengejutkan, karena para ilmuwan percaya bahwa FR akan mengabaikan protein Gq teraktivasi. “Oleh karena itu “tampaknya mustahil” bahwa zat itu dapat bekerja dalam protein bermutasi,” ujar Dr. Evelyn Gaffal, peneliti yang kini bekerja di Universitas Magdeburg.

Selain menunjukkan bahwa FR efektif pada protein aktif dan tidak aktif, penelitian mereka juga mengungkapkan bagaimana ini terjadi. Tim menemukan bahwa protein Gq yang bermutasi dan aktif secara permanen terkadang kembali ke keadaan tidak aktif.

Pada saat ini, FR memegang protein dengan cara yang sama seperti sebelumnya, mencegahnya dari aktivasi. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak protein Gq dikembalikan ke tidak aktif, berpotensi memperlambat melanoma uveal.

Para ilmuwan telah melihat efek ini dalam kultur sel dan pada sel tikus dengan kanker. Namun, ada beberapa cara untuk dilakukan sebelum mereka dapat mengujinya pada manusia.

Memastikan bahwa FR hanya menargetkan sel tumor – bukan jaringan lain – akan menjadi langkah berikutnya. “Ini adalah tantangan yang harus dihadapi banyak kemoterapi lainnya,” tutur Kostenis.

%d blogger menyukai ini: