<
28 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Sepertiga Pasien Kanker Gunakan Pengobatan Alternatif

2 min read
Hasil studi Nina Sanford dari Amerika Serikat menunjukkan sepertiga pasien kena kanker memakai pengobatan alternatif.
Pasien kanker sedang diradioterapi

Pasien kanker sedang diradioterapi (Foto: kcrg.com)

Pengobatan alternatif masih menjadi pilihan beberapa pasien kanker. Hasil studi yang digarap Nina Sanford dari UT Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, sepertiga orang-orang yang didiagnosa kena kanker menggunakan pengobatan alternatif seperti meditasi, yoga, akupunktur, jamu, dan suplemen.

Menurut Sanford, suplemen herbal adalah pengobatan alternatif yang paling umum dikonsumsi penderita kanker. Lalu, chiropractic, atau manipulasi osteopathic, adalah yang paling umum kedua, yang dipilih pasien untuk menyembuhkan penyakitnya. Hasil studinya dipublikasi dalam Jurnal JAMA Oncology terbaru.

“Pasien yang lebih muda lebih mungkin menggunakan obat komplementer dan alternatif dan perempuan lebih mungkin, tetapi saya akan berpikir lebih banyak orang akan memberi tahu dokter mereka,” kata Sanford,seperti dikutip situs sciencedaily.com (11/4/2019).

Baca Juga: Seperti Obat Modern, Obat Herbal Pun Sering Dipalsukan.

Ia merujuk pada temuan bahwa 29 persen orang yang menggunakan komplementer dan pengobatan alternatif tidak memberi tahu dokter mereka. “Banyak responden survei mengatakan mereka tidak mengatakan apa-apa karena dokter mereka tidak bertanya, atau mereka tidak berpikir dokter mereka perlu tahu,” ujarnya.

Menurut Sanford, penggunaan suplemen kesehatan dapat mempengaruhi efektivitas radiasi dan kemoterapi. “Dengan radiasi khusus, ada adalah kekhawatiran bahwa tingkat antioksidan yang sangat tinggi dapat membuat radiasi menjadi kurang efektif,” ujarnya.

Baca Juga: Tanaman Ini Diklaim Bisa Obati Kanker Serviks.

Sementara itu, Profesor David Gerber, seorang spesialis kanker paru-paru dan Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kependudukan dan Data di UTSW, mengatakan bahwa dokter perlu mengetahui apakah pasien mereka menggunakan suplemen.

“Obat herbal dapat berinteraksi dengan obat yang kita berikan kepada mereka, dan melalui interaksi itu dapat mengubah tingkat obat pada pasien,” kata Gerber. “Jika kadarnya terlalu tinggi, maka toksisitas meningkat, dan jika kadarnya terlalu rendah, kemanjurannya akan turun.”

%d blogger menyukai ini: