<
22 April 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Keju Dapat Meningkatkan Sensitivitas Insulin

2 min read
Menurut periset Kanada, keju -- baik yang reguler dan rendah lemak -- justru dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Foto: natrualcave.com

Selama ini seorang penderita diabetes dilarang mengonsumsi makanan berlemak tinggi, salah satunya keju. Alasannya bisa memicu kenaikan gula darah. Tetapi studi kontroversial yang digarap Profesor Catherine Chan, peneliti di Fakultas Pertanian, Kehidupan & Ilmu Lingkungan di Universitas Alberta di Edmonton, Kanada, justru menunjukkan bahwa tak semua keju tak boleh dikonsumsi pasien diabetes.

Dalam studi yang dimuat situs medicalnewstoday.com (15/4/2019), peneliti mengujicoba pada mencit. Periset melihat bagaimana tikus prediabetik menjalani diet keju (produk susu) reguler dibandingkan dengan keju rendah lemak.

Tim memberi makan tikus makanan diet tinggi lemak selama 4 minggu agar mereka menjadi pradiabetes. Sebagianttikus lainnya diberikan makanan rendah lemak.

Baca Juga: Sambiloto Terbukti Secara Klinis Obati Diabetes.

Kemudian tikus yang sudah diberi tinggi lemak dibagi dua kelompok lagi. Kelompok tikus yang tinggi lemak A diberi makanan keju reguler bermerk tertentu, sedangkan yang kelompok B diberi keju rendah lemak selama 10 minggu lagi.

Walhasil, tidak ada perbedaan kadar glukosa darah puasa atau insulin puasa setelah tikus menjalani diet percobaan masing-masing selama 10 minggu. Kadar gula darahnya tinggi.

Selanjutnya, tim menguji seberapa baik mencit mampu mengatur gula darah mereka setelah injeksi insulin. Peneliti menemukan bahwa tikus yang diet tinggi lemak yang menerima keju biasa dan keju rendah lemak, memiliki hasil yang mirip dengan mereka yang diet rendah lemak.

Baca Juga: Telur Baik Untuk Penderita Diabetes. Ini Alasannya.

Chan menjelaskan hal berikut tentang hasil-hasilnya dalam siaran persnya. Menurutnya, keju secara signifikan meningkatkannya. “Dan tidak masalah apakah itu keju rendah lemak atau keju biasa.Ternyata keju tersebut justru meningkatkan sensitivitas insulin,” ujarnya.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)
%d blogger menyukai ini: