<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Obesitas Jangan Didiamkan, Bisa Timbulkan Kanker

2 min read
Obesitas bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, ginjal, kanker, dan penyakit radang rematik.

Serupa dengan fenomena yang terjadi di usia anak, populasi dewasa Indonesia juga mengalami peningkatan angka obesitas yang signifikan.

Faktor lingkungan diduga menjadi peran utama dalam timbulnya kondisi tersebut. Pakar ilmu penyakit dalam subspesialis metabolik dan endokrin FKUI-RSCM, dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, Ph.D, memaparkan hasil penelitiannya dalam seminar awam soal Obesitas dan Diabetes di FKUI, seperti dilansir situs fku.ac.id.

Baca Juga: Biji Rami Bisa Kendalikan Kolesterol dan Obesitas.

“Setiap 1 tahun tinggal di Jakarta, ditemukan peningkatan IMT pada subjek sebanyak 0,15 kg/m2 serta lingkar perut sebanyak 0,5 cm. Hal ini dapat disebabkan karena perubahan gaya hidup. Dulu orang makan untuk hidup, namun sekarang persepsinya terbalik menjadi hidup untuk makan,” kata Dicky.

Komplikasi obesitas pun tidak main-main, dampaknya dapat muncul pada berbagai organ tubuh mulai dari kepala hingga kaki.

Mulai dari otak dapat menyebabkan stroke, di jantung dapat mencetuskan serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya, bisa juga menyebabkan hipertensi, gagal ginjal, serta peningkatan asam lambung menjadi maag, hingga ke kaki dapat menyebabkan gout artritis.

Baca Juga: Ini Dua Manfaat Bedah Bariatrik Pada Pasien Obesitas.

Untuk wanita, obesitas juga dapat mempengaruhi organ reproduksi sehingga menimbulkan risiko infertilitas dan keguguran.

“Tidak jarang pula obesitas menjadi faktor pencetus untuk berbagai jenis kanker seperti kanker usus, payudara, endometrium serta ginjal,” ujar dr. Dicky.

Untuk masalah metabolik endokrin sendiri, obesitas dapat menimbulkan resistensi insulin yang pada akhirnya menjadi diabetes.

Resistensi insulin adalah kondisi di mana sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin.

Akibatnya, gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga menumpuk menjadi kerak di pembuluh darah. Hal ini lah yang menyebabkan diabetes atau gula darah tinggi.

“Maka dari itu, kunci utama dari mencegah diabetes adalah dengan menjaga makanan,” tambah dr. Dicky.



error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: