<
24 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Hebatnya Vitamin D Hadapi Kanker Kolorektal

2 min read
Menurut peneliti AS, mengonsumsi vitamin D dosis tinggi yang dikombinasikan dengan kemoterapi bisa menghambat perkembangan kanker kolorektal.
vitamin D dapat menghambat perkembangan penyakit kanker kolorektal

makanan yang kaya vitamin D (Foto: vinevreacosmetics.com)

Studi terbaru yang digarap Kimmie Ng, peneliti pada Pusat Perawatan Kanker Gastrointestinal Dana-Farber di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa vitamin D dosis tinggi dapat membantu menghambat pertumbuhan kanker kolorektal stadium lanjut. Itu bila dilakukan dalam kombinasi dengan kemoterapi.

Sebuah uji klinis SUNSHINE, yang dikutip situs medicalnewstoday.com (19/4/2019), telah menemukan bahwa dosis besar vitamin D secara signifikan dapat memperlambat perkembangan kanker kolorektal metastatik. Kimmie dalam studinya, merekrut dan membagi menjadi dua kelompok: pengonsumsi vitamin D dosis tinggi dan vitamin D. dosis rendah.

Baca Juga: Ini Bahayanya Jika Ibu Hamil Kekurangan Vitamin D.

Kelompok toko dosis tinggi diberikan dosis 8.000 unit internasional (IU) vitamin D setiap hari selama 14 hari. Setelah itu diberi dosis beralih ke 4.000 IU sehari. Di lain pihak, kelompok dosis rendah mengonsumsi 400 IU selama durasi penelitian. Kedua kelompok juga menerima kemoterapi standar selama percobaan.

Para peneliti mengamati bahwa perkembangan penyakit dalam kelompok dosis tinggi peserta dihentikan selama rata-rata 13 bulan. Sedangkan kelompok dosis rendah diamatinya selama hampir 11 bulan.

Baca Juga: Terkena Kanker Kolorektal? Periksa Kadar Vitamin

Kimmie menemukan bahwa peserta dalam kelompok dosis tinggi lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kekambuhan dan keparahan penyakit atau kematian selama masa tindak lanjut 22,9 bulan.

“Hasil uji coba kami menunjukkan peningkatan hasil untuk pasien yang menerima suplemen vitamin D, dan kami berharap dapat meluncurkan uji coba yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan yang menarik dan provokatif ini,” kata rekan Kimmie, Charles Fuchs, direktur Pusat Kanker Yale di New Haven, Amerika Serikat.

%d blogger menyukai ini: