<
28 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Wah, Obat Diabetes Bisa Sembuhkan Gagal Ginjal

2 min read
Sebuah uji klinis yang dilakukan peneliti AS menunjukkan bahwa canagliflozin juga sukses mengatasi penyakit gagal ginjal.
Diabetes dan serangan jantung mengenai anak muda

Diabetes dan serangan jantung mengenai anak muda (Foto: insidephilantropy.com)

Sebuah uji klinis terbaru menunjukkan bahwa obat yang selama ini digunakan untuk mengobati penyakit diabetes tipe 2, juga sukses mengatasi penyakit gagal ginjal. Adalah studi dari Profesor Kenneth Mahaffey, MD, peneliti pada Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Hasil studi yang dikutip situas sciencedaily.com (15/4/2019), ujicoba melibatkan 4.401 peserta di 34 negara. Sedangkan obat yang digunakan dalam studi ini adalah canagliflozin.

Hasilnya, partisipan yang menggunakan canagliflozin 30 persen lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo untuk mengalami gagal ginjal atau meninggal karena gagal ginjal atau penyakit kardiovaskular. Risiko gagal ginjal atau kematian akibat gagal ginjal berkurang 34 persen, dan risiko rawat inap karena gagal jantung atau kematian karena penyebab jantung menurun hingga 31 persen.

Dengan demikian, canagliflozin memperbaiki kerusakan ginjal pada penderita diabetes tipe 2. Itu setelah mereka mengonsumsi obat diabetes tadi selama 20 tahun. Obat itu menurunkan risiko gagal ginjal sepertiga pada orang dengan diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal. Dalam uji coba, canagliflozin juga ditemukan mengurangi risiko kejadian kardiovaskular utama.

“Untuk pertama kalinya dalam 18 tahun, kami memiliki terapi untuk pasien dengan diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal kronis yang mengurangi gagal ginjal,” kata Mahaffey. “Sekarang, pasien dengan diabetes memiliki opsi yang menjanjikan untuk menjaga terhadap salah satu risiko paling parah dari kondisi mereka.”

Menurut Mahaffey, canagliflozin meningkatkan ekskresi glukosa melalui ginjal. Penelitian tersebut dilaporkan dalam jurnal ilmiah di The New England Journal of Medicine dan dipresentasikan pada International Society of Nephrology’s World Congress of Nephrology di Melbourne, Australia.

Seperti diketahui, penderita diabetes dan penyakit ginjal beresiko sangat tinggi untuk terkena penyakit gagal ginjal, serangan jantung, stroke dan kematian.

“Dengan hasil uji coba yang pasti ini, kami sekarang memiliki cara yang sangat efektif untuk mengurangi risiko ini menggunakan pil sekali sehari,” kata Profesor Vlado Perkovic, executive director of The George Institute for Global Health Australia. Perkovic juga rekan Mahaffey.

Peserta dalam percobaan menerima perawatan terbaik yang tersedia untuk penyakit ginjal di bawah pedoman saat ini, jenis terapi yang disebut sistem renin-angiotensin-aldosteron, atau RAAS, blokade. Selain itu, separuh dipilih secara acak untuk menerima canagliflozin, sementara separuh lainnya diberi plasebo.

Hasil utama penelitian ini menemukan bahwa partisipan yang menggunakan canagliflozin 30 persen lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo untuk mengalami gagal ginjal atau meninggal karena gagal ginjal atau penyakit kardiovaskular. Risiko gagal ginjal atau kematian akibat gagal ginjal berkurang 34 persen, dan risiko rawat inap karena gagal jantung atau kematian karena penyebab jantung menurun hingga 31 persen.

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: