<
Ming. Des 8th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Nanti, USG Dapat Sembuhkan Diabetes Tipe 2

2 min read
Para peneliti di Universitas George Washington di Washington DC Amerika Serikat, sedang menyelidiki ultrasonografi bisa mengobati diabetes tipe 2.
Pankreas

Terapu USG untuk diabetes

Share this

Para peneliti di Universitas George Washington di Washington DC, Amerika Serikat, tengah menyelidiki cara inovatif untuk mengobati diabetes tipe 2. Mereka percaya bahwa USG (ultrasonografi) mungkin memberikan jalan ke depan.

Para ilmuwan baru-baru ini mempresentasikan temuan terbaru mereka pada Pertemuan ke-177 Masyarakat Akustik Amerika di Louisville, Amerika Serikat, dan dilansir oleh situs medicalnewstoday.com (21/5/2019).

Para periset menggunakan USG untuk merangsang pelepasan insulin dari sel beta di pankreas tikus. Mereka mentransmisikan suara ke perut secara transkutan, atau tanpa merusak kulit.

USG menggambarkan gelombang suara dari frekuensi di atas tingkat pendengaran manusia. Dalam dunia medis, orang paling sering mengasosiasikan USG dengan teknologi pemindaian, misalnya, pencitraan janin.

Para ilmuwan telah menggunakan USG sebagai alat diagnostik selama beberapa dekade. Tetapi baru-baru ini, mereka telah mulai menyelidiki apakah itu juga berguna sebagai pengobatan untuk kondisi tertentu. Misalnya, beberapa sekarang menggunakan ultrasound untuk memecah batu ginjal saat mereka masih di dalam tubuh.

Beberapa peneliti tertarik untuk mencari tahu apakah USG bahkan mungkin menjadi pilihan pengobatan untuk penyakit Parkinson. Yang lain masih mempelajari penggunaan ultrasound terfokus intensitas tinggi sebagai cara memerangi kanker prostat.

Dalam penelitian sebelumnya, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa USG dapat mendorong sel beta yang dikultur untuk melepaskan insulin. Sel beta adalah sel pada panrkeas yang membuat insulin. Dalam studi terbaru, para peneliti ingin memahami apakah ini mungkin terjadi pada hewan yang hidup.

Untuk meneliti, mereka memberi tikus sebagai kontrol diberi paparan ultrasound 5 menit pada frekuensi 1 megahertz.

Para peneliti mengambil sampel darah segera sebelum dan sesudah USG atau sesi kontrol. Hasilnya, tidak ada kerusakan pada kulit atau organ internal tikus.

Seperti yang diharapkan, para ilmuwan menemukan bahwa tikus yang diberikan terapi USG telah meningkatkan produksi insulin dibandingkan dengan tikus kontrol.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: