<
31 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Makan Telur Sekali Sehari Masih Aman Dari Stroke

2 min read
Studi baru peneliti Finlandia menunjukkan bahwa asupan kolesterol dari konsumsi hingga satu telur per hari tidak terkait dengan peningkatan risiko stroke.
Telur baik untuk diabetes

Telur baik untuk diabetes (Foto: Aries Kelana)

Banyak orang menghindari makan telur karena kawatir terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke. Sebagian dokter juga menganjurkannya begitu. Padahal tidak selamanya benar.

Studi baru dari University of Eastern, Finlandia menunjukkan bahwa asupan kolesterol makanan yang cukup tinggi atau konsumsi hingga satu telur per hari tidak terkait dengan peningkatan risiko stroke.

Lebih lanjut, seperti dikutip situs sciencedaily.com (20/5/2019), tidak ada hubungan yang ditemukan pada pembawa fenotip APOE4 (apolipoprotein E -4), yang mempengaruhi metabolisme kolesterol dan sangat umum di antara populasi Finlandia. Temuan ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Di Finlandia, prevalensi APOE4, yang merupakan varian herediter, sangat tinggi, dengan sekitar sepertiga dari populasi hadir sebagai pembawa.

Namun, data penelitian tentang hubungan antara asupan tinggi kolesterol makanan dan risiko stroke pada kelompok populasi ini belum tersedia sampai sekarang di sana.

Maka periset melakukan studi terhadap kebiasaan diet 1.950 pria berusia antara 42 dan 60 tahun tanpa diagnosis dasar penyakit kardiovaskular dinilai pada awal Studi Faktor Risiko Penyakit Jantung Iskemik Kuopio, KIHD, pada 1984-1989 di universitas itu.

Data fenotipe APOE tersedia untuk 1.015 pria yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Dari mereka, 32% adalah pembawa APOE4 yang dikenal.



Pada kelompok kontrol tertinggi misalnya, peserta memiliki asupan kolesterol harian rata-rata 520 mg dan mereka mengonsumsi rata-rata satu telur per hari, yang berarti bahwa temuan tersebut tidak dapat digeneralisasi di luar level ini.

Satu telur mengandung sekitar 200 mg kolesterol. Dalam penelitian ini, sekitar seperempat dari total kolesterol makanan yang dikonsumsi berasal dari telur. 

Selama masa difollow-up selama 21 tahun, 217 pria didiagnosis dengan stroke. Studi ini menemukan bahwa baik kolesterol makanan maupun konsumsi telur tidak dikaitkan dengan risiko stroke – bahkan pada pembawa APOE4.

Temuan menunjukkan bahwa asupan kolesterol moderat atau konsumsi telur harian tidak terkait dengan risiko stroke, bahkan pada orang yang secara genetik cenderung memiliki efek kolesterol diet yang lebih besar terhadap kadar kolesterol serum.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: