<
27 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Peneliti Singapura Temukan Tanaman Tropis Anti Kanker

2 min read
Hasil riset peneliti dari Universitas Nasional Singapura,Departemen Farmasi (NUS Pharmacy). menunjukkan bahwa tiga spesies tanaman bersifat anti kanker.
Tanaman anti kanker temuan peneliti Singapura

Tanaman anti kanker temuan peneliti Singapura

Kini makin banyak tanaman yang berpotensi sebagai tanaman anti kanker. Yang terbaru adalah hasil riset peneliti dari Universitas Nasional Singapura, Departemen Farmasi (NUS Pharmacy).

Setelah menghabiskan 3 tahun menyelidiki sifat farmakologis tanaman lokal, mereka menemukan bahwa tiga spesies sangat efektif dalam menghambat pertumbuhan beberapa kanker. Hasil temuan mereka dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology, yang dikutip situs medicalnewstoday.com (28/5/2019).

Tim fokus pada tujuh tanaman yang telah digunakan orang sebagai obat tradisional untuk kanker. Mereka itu adalah: Bandicoot Berry (Leea indica), Rumput Ular Sabah (Clinacanthus nutans), Daun Kari (Clausena lansium), Jarum Bintang Tujuh (Pereskia bleo), Black Face General (Strobilanthes crispus), Daun Afrika Selatan (Vernonia amygdalina), Simpleleaf Chastetree (Vitex trifolia).

“Tanaman obat telah digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit sejak zaman kuno,” kata ketua tim peneliti, Koh Hwee Ling, “tetapi sifat antikankernya belum diteliti dengan baik.”

Para peneliti juga berhipotesis bahwa orang biasanya menggunakan tanaman rumput ular Sabah sebagai obat tradisional karena menawarkan semacam manfaat bagi penderita kanker selain membunuh sel kanker.

Dalam studi tersebut, tim menyiapkan berbagai ekstrak dari tanaman-tanaman tersebut dan memeriksa efeknya pada sel-sel dari kanker payudara, ovarium, rahim, serviks, leukemia, hati, dan kanker usus besar.

Setelah diteliti, mereka menemukan bahwa Bandicoot Berry, Daun Afrika Selatan, dan Simpleleaf Chastetree memiliki efek antikanker terhadap ketujuh jenis kanker. Sedangkan Daun Kari dan Black Face General juga memiliki sifat protektif terhadap beberapa sel kanker.

Menariknya, Rumput Ular Sabah yang selama ini kerap dikonsumsi pasien kanker, ternyata tidak efektif mencegah pertumbuhan sel kanker.

Dari situ, Koh dan rekannya memandang penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang memberikan efek antikanker yang terkait dengan tanaman ini. Mereka juga memperingatkan akan risikonya bila penderita kanker yang mencoba mengobati sendiri menggunakan tanaman ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mereka.

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: