<
24 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Jangan Sampai Kekurangan Vitamin K. Ini Bahayanya

3 min read
Banyak orang, terutama orang tua, mengeluh jantungnya berdebar-debar. Namun setelah diperiksa, orang tersebut menderita kekurangan vitamin K.
Manfaat vitamin K

Manfaat vitamin K

Banyak orang, terutama orang tua, mengeluh jantungnya berdebar-debar. Setelah dilakukan pemeriksaan jantung tidak ditemukan sesuatu yang serius. Namun setelah diperiksa lebih jauh lanjut, orang tersebut menderita kekurangan vitamin K.

Padahal vitamin K berperan penting dalam aktivitas seseorang. Orang yang mengalami kekurangan vitamin itu, menurut studi terbaru, berisiko mengalami kecacatan dalam mobilitas.

Para peneliti biasanya mendefinisikan mobilitas sebagai “kemampuan untuk bergerak secara mandiri” dari satu tempat ke tempat lain.

Hasil temuannya dimuat dalam sebuah makalah yang ditampilkan dalam edisi terbaru The Journals of Gerontology: Series A. Selain itu juga dikutip oleh situs medicalnewstoday.com (14/6/2019).

Vitamin K adalah kelompok senyawa yang larut dalam lemak yang memiliki struktur kimia yang serupa dan hadir dalam beberapa makanan.

Sumber makanan vitamin K terdapat pada kangkung, bayam, brokoli, pisang, dan sayuran hijau lainnya. Beberapa produk susu juga mengandung vitamin K. Selain jantung, vitamin K berperan mencegah penyakit osteoartritis atau pengapuran sendi.

M. Kyla Shea adalah, peneliti yang bekerja Pusat Penelitian Nutrisi Manusia Jean Mayer tentang Penuaan di Universitas Tufts di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, menjelaskan, kadar vitamin K yang rendah telah diketahui lama dan dikaitkan dengan timbulnya penyakit kronis yang menyebabkan kecacatan.

“Tetapi pekerjaan untuk memahami hubungan ini masih berkembang,” ujarnya.

Untuk menukur kadar vitamin K, Shea dan koleganya mengukur dua biomarker darah: phylloquinone dan uncarboxylated matrix Gla protein (ucMGP).

Phylloquinone adalah bentuk makanan utama vitamin K dan hadir terutama dalam sayuran hijau. Sedangkan ucGMP merupakan sebuah protein yang membutuhkan vitamin K.

Mereka membuat hipotesa bahwa ucMGP dalam darah “meningkat ketika status vitamin K rendah.”

Untuk membuktikan hipotesa, peneliti menganalisis data dari 688 wanita dan 635 pria yang tersimpan dalam Studi Kesehatan, Penuaan, dan Komposisi Tubuh (ABC Health). Sekitar 40% dari peserta berkulit hitam, dan usia mereka berkisar 70-79 tahun.

Studi ABC Health menilai mobilitas setiap 6 bulan untuk jangka waktu antara 6 dan 10 tahun. Para peserta mendatangi klinik dan juga diwawancara di telepon.

Para peneliti mendefinisikan batasan mobilitas sebagai dua laporan 6-bulanan berturut-turut yang mengalami “sejumlah kesulitan baik dengan berjalan seperempat mil atau mendaki 10 langkah tanpa istirahat.”

Mereka mendefinisikan kecacatan mobilitas sebagai dua laporan 6-bulanan berturut-turut yang mengalami “banyak kesulitan atau ketidakmampuan” untuk menyelesaikan tantangan berjalan dan memanjat yang sama.

Analisis menunjukkan bahwa orang tua yang paling mungkin mengembangkan keterbatasan mobilitas dan cacat adalah mereka yang memiliki kadar phylloquinone dalam darah yang rendah.

Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa mengembangkan keterbatasan mobilitas hampir 1,5 kali lebih mungkin pada mereka dengan kadar phylloquinone dalam darah yang rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar yang cukup.

Selain itu, peluang mengembangkan kecacatan mobilitas bagi mereka yang rendah phylloquinone hampir dua kali lipat dari mereka yang memiliki kadar cukup. Hasil untuk pria dan wanita sebagian besar serupa.

Namun tidak ada hubungan yang jelas antara keterbatasan mobilitas atau kecacatan dengan kadar ucMGP dalam darah.

Para peneliti berharap bisa melanjutkan studi tersebut untuk mengkonfirmasi temuan mereka dan mengklarifikasi mekanisme yang mungkin menghubungkan vitamin K dengan mobilitas.

%d blogger menyukai ini: