Vaksinasi Rotavirus Pun Bisa Cegah Bayi Kena Diabetes Tipe 1

Vaksinasi Bayi

Vaksinasi rotavirus belakangan diberikan kepada bayi. Tujuannya, agar bayi tak gampang terkena diare di kemudian hari hingga dewasa. Sebab, sebagian besar diare disertai muntah pada bayi dan balita disebabkan oleh rotavirus.

Tapi studi baru yang dikutip dari situs sciencedaily.com (13/6/2019), menunjukkan bahwa vaksinasi rotavirus pada bayi yang dilakukan pada bulan-bulan pertama kelahiran juga dapat mencegah bayi dari kemungkinan terkena diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 1 disebabkan kematian sel-sel yang memproduksi insulin, yang disebut sel-sel beta. Ini berarti orang-orang dengan diabetes tipe 1 bergantung pada suntikan insulin, dan beberapa kali pemeriksaan gula darah mereka, seumur hidup. 

Jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik, penderita diabetes tipe 1 dapat mengalami masalah dengan ginjal, jantung, mata, pembuluh darah dan saraf mereka dari waktu ke waktu.

Sebuah tim dari University of Michigan, Amerika Serikat, membuat temuan menggunakan data asuransi kesehatan nasional, dan menerbitkan hasilnya dalam jurnal Scientific Reports.

Dalam studi itu, peneliti menemukan bahwa kelompok anak-anak yang menerima semua dosis vaksin rotavirus yang direkomendasikan memiliki risiko 33% lebih rendah terkena diabetes tipe 1 daripada anak-anak yang tidak divaksinasi.

Selain itu, anak-anak yang divaksinasi rotavirus memiliki 94% tingkat rawat inap yang lebih rendah untuk infeksi rotavirus, dan 31% tingkat rawat inap yang lebih rendah karena alasan apa pun, dalam dua bulan pertama setelah vaksinasi. 

Namun ironisnya, penelitian ini juga menemukan lebih dari seperempat anak-anak Amerika tidak mendapatkan vaksinasi penuh terhadap rotavirus, dan angka ini sangat bervariasi di seluruh negeri. 

Padahal, kurang dari setengah anak-anak di negara bagian New England dan Pasifik divaksinasi penuh. Dua pertiga anak-anak di bagian tengah negara itu sepenuhnya divaksinasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan agar bayi menerima vaksin multi-dosis mulai paling lambat 15 minggu, dan selesai menerimanya sebelum mereka berusia delapan bulan. Bayi menerima vaksin dalam tetes oral.

Hasil baru menggemakan temuan studi anak-anak Australia yang diterbitkan awal tahun ini, yang menemukan penurunan 14% risiko diabetes tipe 1 setelah vaksin rotavirus diperkenalkan di negara itu. 

Kesimpulan tersebut didapat setelah tim periset menggunakan data asuransi anonim dari 1,5 juta anak-anak Amerika yang lahir sebelum dan sesudah vaksin rotavirus modern diperkenalkan pada tahun 2006.

Lebih dari 540.000 anak-anak dalam penelitian ini dan lahir setelah 2006 menerima serangkaian suntikan rotavirus lengkap; hampir 141.000 menerima setidaknya satu dosis, dan lebih dari 246.000 tidak.

Kelompok pembanding lain, yang lahir lima tahun sebelum vaksin tersedia, mencakup hampir 547.000 anak.

Dalam hampir semua kasus, vaksin itu gratis, tanpa pembayaran, untuk keluarga bayi. Total biaya perawatan seumur hidup untuk seseorang dengan diabetes tipe 1 diperkirakan mencapai jutaan dolar.

Risiko itu terutama lebih rendah di antara anak-anak yang menerima ketiga dosis bentuk pentavalent vaksin dibandingkan mereka yang menerima dua dosis bentuk monovalen. Vaksin pentotaen rotavirus melindungi terhadap 5 jenis rotavirus sementara vaksin monovalen melindungi terhadap 1 jenis.

Anak-anak yang divaksinasi sebagian – yaitu, memulai seri vaksin tetapi tidak pernah menyelesaikannya – tidak memiliki risiko diabetes tipe 1 yang lebih rendah.

Setelah terkumpul dan dianalisa, Rogers dan rekan-rekannya melaporkan bahwa delapan kasus diabetes tipe 1 yang lebih sedikit diharapkan terjadi pada setiap 100.000 anak setiap tahun paa bayi yang menjalani vaksinasi secara penuh.

“Kelompok anak pertama yang menerima vaksin rotavirus di Amerika Serikat sekarang berada di sekolah dasar, ketika diabetes tipe 1 paling sering terdeteksi,” ujar Rogers.

“Mudah-mudahan, di tahun-tahun mendatang, kita akan memiliki lebih sedikit kasus baru – tetapi berdasarkan pada temuan studi, itu tergantung pada orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan vaksinasi.”