Ketumbar, Apakah Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Ketumbar Cegah Kejang

Ketumbar memiliki sejarah panjang digunakan sebagai obat tradisional. Namun, sampai sekarang, banyak mekanisme yang mendasari bagaimana ramuan itu bekerja tetap tidak diketahui. 

Dalam sebuah studi baru, para peneliti mengungkap aksi molekuler yang memungkinkan ketumbar untuk secara efektif mencegah kejang-kejang tertentu yang umum terjadi pada penderita epilepsi atau ayan, dan penyakit lainnya.

Studi yang dipublikasikan dalam FASEB Journal – dan dilasir oleh situs sciencedaily.com (22/7/2019) – menjelaskan aksi molekuler daun ketumbar ( Coriandrum sativum ) sebagai aktivator saluran KCNQ yang sangat kuat. Pemahaman baru ini dapat mengarah pada perbaikan dalam terapi dan pengembangan obat yang lebih manjur.

“Kami menemukan bahwa ketumbar, yang telah digunakan sebagai obat antikonvulsan tradisional, mengaktifkan kelas saluran kalium di otak untuk mengurangi aktivitas kejang,” kata Profesor Geoff Abbott, PhD, ahli fisiologi dan biofisika di Fakultas Kedokteran dan kepala UCI School of Medicine, Amerika Serikat.

“Secara khusus, kami menemukan satu komponen daun ketumbar, yang disebut dodecenal, berikatan dengan bagian tertentu dari saluran kalium untuk membukanya, mengurangi rangsangan sel,” imbuh Abbott, ketua tim peneliti ini.

Untuk membuktikannya, para peneliti menyaring metabolit daun ketumbar, mengungkapkan bahwa satu – rantai panjang aldehida lemak (E) -2-dodecenal – mengaktifkan beberapa saluran kalium.

Itu termasuk isoform neuron yang dominan dan isoform jantung yang dominan, yang bertanggung jawab untuk mengatur aktivitas listrik di otak dan hati. 

Metabolit ini juga ditemukan untuk merekapitulasi aksi antikonvulsan ketumbar, menghambat kejang tertentu yang diinduksi secara kimia. Hasilnya, terapi ketumbar secara mengejutkan berpengaruh terhadap saluran kalium yang penting secara klinis.

“Selain sifat antikonvulsan, ketumbar juga telah melaporkan anti-kanker, anti-inflamasi, anti-jamur, antibakteri, kardioprotektif, kesehatan lambung dan efek analgesik,” kata Abbott. “Dan, yang terbaik adalah rasanya enak!”