<
Ming. Des 8th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Hukuman Yang Ringan Bikin Pemalsu Obat Tak Jera

2 min read
Widyaretna Buneastuti berhasil meraih gelar doktor di bidang hukum di Universitas Pelita Harapan. Topiknya soal pemalsuan obat dan penerapan hukumannya.
Promosi Doktor soal obat palsu

Promosi Doktor soal obat palsu

Share this

Widyaretna Buneastuti, salahsatu konsultan di Inke Maris Associates berhasil meraih gelar doktor di bidang hukum di Program Studi Doktor Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Tangerang.

Ia membahas topik pemalsuan obat dari sisi penerapan hukum. Ini merupakan doktor kedua yang ditangani pembinanya setelah seorang mahasiswa UI yang membahas soal obat palsu.

Menurut Widya, beredarnya obat palsu tidak lepas dari keuntungan bisnis yang menggiurkan. “Bahkan keuntungan lebih berlipat kali dibandingkan dari bisnis narkoba,” ujarnya dalam disertasinya.

Namun bisnis haram ini berdampak dalam banyak hal. Dari pihak perusahaan obat, selain mengurangi pendapatannya, juga dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk obat yang dipalsukan.

Masyarakat akan menganggap semua obat produk perusahaan itu, sehingga reputasinya akan terganggu dari beredarnya obat palsu bukan buatannya.

Sedangkan bagi masyarakat, obat palsu akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Obat yang dibelinya, meski relatif lebih murah, bukan menyembuhkan, tetapi malah membuat penyakitnya bertambah parah. Ini karena kandungan obat di dalamnya tidak berisi bahan aktif yang bisa menyembuhkan atau mengurangi gejala penyakit yang diderita.

Untuk mengatasinya sebenarnya sudah dilakukan berbagai tindakan hukum. Namun, hal itu tidak membuat efek jera bagi pelakunya. Menurut Widya, hukumannya terlalu ringan tidak sebanding dengan dampak yang didapat dari pemalsuan obat itu. “Sehingga hanya sedikit obat palsu yang dilaporkan oleh produsen obat,” katanya.

“Selain itu pemahaman para aparatur penegak hukum mengenai dampak dari obat palsu masih kurang,” tuturnya. “Apalagi pemahaman dari dampak peredaran obat palsu terhadap pelanggaran hak asasi manusia.”

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: