Ayuk, Kenali Gejala Hepatitis B Dari Sekarang

Di hari Hepatitis Sedunia, PT Kalbe Farma bersama Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) menggelar acara yang spesial di Jalan Thamrin, depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat. Di situ mereka membagikan materi edukasi yang berisi informasi mengenai penyakit hepatitis, beserta pencegahannya kepada peserta car free day di hari itu.

“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar memeriksakan dirinya untuk mengetahui apakah dirinya terinfeksi hepatitis atau tidak. Jika tidak, diharapkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis. Namun jika terinfeksi, maka bisa menjalani pengobatan,” kata DR dr Irsan Hasan SpPD-KGEH, ketua PPHI, seperti dilansir dalam siaran persnya (7/8/2019).

Di acara tersebut Irsan Hasan menjelaskan bahwa hepatitis merupakan penyakit serius yang lumayan banyak penderitanya di Indonesia. Di Indonesia saja, menurut data Globocan, kanker hati yang disebabkan oleh hepatitis menduduki peringkat keempat terbesar untuk penderita kanker pada pria.

Dari sekian banyak hepatitis yang menyerang penduduk Indonesia, hepatitis B lah yang terbanyak. Hepatitis B bisa menyebabkan peradangan hati, sirosis hati, hingga kanker hati.

Hepatitis B merupakan jenis hepatitis virus yang paling sering ditemukan di Indonesia, yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Pada 2015, sekitar 257 juta orang di dunia terkena hepatitis B kronik (berlangsung lebih dari 6 bulan) dan menyebabkan 887.000 kematian. Penularan virus hepatitis B bisa ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B.

Gejala dan tanda hepatitis B tidak spesifik dan sebagian besar penderita tidak mengalami gejala pada saat awal infeksi. Gejala dan tanda hepatitis B meliputi demam ringan, lesu, nafsu makan berkurang, mual, muntah, nyeri perut sebelah kanan, pembesaran hati ringan, bisa disertai ikterus (kuning pada kulit dan sklera mata) dan air kencing berwarna gelap seperti air teh.

Hepatitis B kronik bisa berkembang menjadi sirosis (terbentuknya jaringan parut di hati) dan kanker hati. Imunisasi hepatitis B sangat penting untuk mencegah penularan hepatitis B, salah satunya dengan pemberian vaksin hepatitis B sebanyak 3 kali, pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6.

Dianjurkan agar semua bayi mendapat vaksin hepatitis B sesegera mungkin setelah lahir, bulan ke-2, ke-4, dan ke-6.

Penting juga untuk berperilaku hidup sehat serta menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B, seperti tidak bertukar sikat gigi, pisau cukur, atau alat pemotong kuku, tidak menggunakan jarum suntik yang kemungkinan tercemar virus hepatitis B, dan tidak berhubungan seksual dengan pengidap hepatitis B tanpa pelindung (kondom).