<
Sel. Okt 22nd, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Miris, WHO Ungkap Angka Bunuh Diri Yang Meningkat

2 min read
Menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober, WHO mengungkapkan keprihatian mengenai tinggi angka bunuh diri. Perlu aksi pencegahan.
remaja main medsos

remaja bermain medsos (Foto: soft.net)

Share this

Menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan keprihatian mengenai tinggi angka bunuh diri. Organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa pun meminta semua negara mengambil aksi pencegahan.

Pada tahun ini, WHO memutuskan mengambil tema pada pencegahan bunuh diri. Organisasi itu menunjukkan bahwa bunuh diri telah menjadi penyebab paling umum kedua kematian dini di kalangan remaja dan dewasa muda Рdari usia 15 hingga 29 tahun Рkhususnya.

“Satu orang masih meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri,” kata direktur jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam situs medicalnewstoday.com (18/9/2019).

Dari semua negara di dunia, hanya 38negara yang memiliki strategi pencegahan bunuh diri nasional. Ini menurut WHO belum cukup.

“Setiap kematian adalah tragedi bagi keluarga, teman, dan kolega. Namun bunuh diri dapat dicegah. Kami menyerukan semua negara untuk memasukkan strategi pencegahan bunuh diri yang terbukti ke dalam program kesehatan dan pendidikan nasional secara berkelanjutan,” lanjut Dr. Ghebreyesus.

Laporan WHO yang muncul pada 2018, menunjukkan bahwa 79% kematian akibat kasus bunuh diri terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah antara tahun 2000-2016.

Sedangkan negara-negara berpenghasilan tinggi mengalami tingkat bunuh diri tertinggi: 11,5 kematian per 100.000 orang.

Lebih jauh, di negara-negara berpenghasilan tinggi, sekitar tiga kali lebih banyak pria daripada wanita mati karena bunuh diri.

WHO juga mencatat beberapa metode paling umum yang memfasilitasi kematian dengan bunuh diri, tiga di antaranya: menggantung, meracuni diri dengan pestisida, dan senjata api.

Kini WHO mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk meningkatkan strategi pencegahan bunuh diri mereka, mencatat bahwa ada beberapa pendekatan yang terbukti efektif.

Berita Terkait

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
%d blogger menyukai ini: