<
21 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Peneliti Temukan Senyawa Dalam ASI Yang Bisa Ditambahkan Ke Susu Formula

2 min read
Para peneliti di National Jewish Health (Israel) dan University of Iowa (Amerika Serikat) telah mengidentifikasi senyawa dalam ASI manusia yang melawan infeksi oleh bakteri berbahaya, tetapi memungkinkan bakteri menguntungkan berkembang.

Para peneliti di National Jewish Health (Israel) dan University of Iowa (Amerika Serikat) telah mengidentifikasi senyawa dalam ASI manusia yang melawan infeksi oleh bakteri berbahaya, tetapi memungkinkan bakteri menguntungkan berkembang. 

Senyawa itu adalah gliserol monolaurat (GML). Jumlah GML pada ASI manusia 200 kali lebih banyak daripada GML dalam susu sapi. Sedangkan susu formula bayi tidak memilikinya. GML tidak mahal untuk diproduksi. NAmun perlu studi lanjutan untuk menentukan apakah GML bisa menjadi aditif yang bermanfaat untuk susu sapi dan susu bayi.

“Temuan kami menunjukkan bahwa kadar GML yang tinggi adalah unik untuk ASI manusia dan sangat menghambat pertumbuhan bakteri patogen,” kata Donald Leung, MD, PhD, profesor pediatri di National Jewish Health dan penulis senior pada makalah di Scientific Reports, yang dikutip situs scitechdaily.com (10/10/2019).

“Mereka (GML) membunuh bakteri menguntungkan bersama dengan yang patogen,” kata Patrick Schlievert, PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Carver Iowa dan penulis pertama pada makalah Scientific Reports .

 “GML jauh lebih selektif, hanya memerangi bakteri patogen sementara memungkinkan spesies yang menguntungkan berkembang. Kami pikir GML memegang potensi tambahan untuk susu sapi dan susu formula bayi yang dapat meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia. ”

Setelah menentukan bahwa ASI mengandung kadar GML yang jauh lebih tinggi daripada susu sapi, para peneliti menunjukkan bahwa ASI manusia menghambat pertumbuhan bakteri patogen Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Clostridium perfringens, sementara susu sapi maupun susu formula bayi tidak memiliki efek apa pun. 

Air susu ibu tidak menghambat pertumbuhan bakteri menguntungkan Enterococcus faecilis. Bayi yang diberi ASI memiliki tingkat bakteri menguntungkan bifidobacteria, lactobacilli dan enterococci.

Ketika para peneliti menghapus GML dari ASI manusia, ia kehilangan aktivitas antimikroba terhadap S. aureus. Ketika mereka menambahkan GML ke susu sapi, itu menjadi antimikroba.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa GML menghambat peradangan pada sel epitel, yang melapisi usus dan permukaan mukosa lainnya. Peradangan dapat merusak sel-sel epitel dan berkontribusi terhadap kerentanan terhadap infeksi bakteri dan virus.

Drs. Schlievert dan Leung telah mengajukan permohonan paten untuk penggunaan GML sebagai zat tambahan yang bermanfaat untuk susu sapi dan susu bayi.

%d blogger menyukai ini: