<
30 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Penderita Psoriasis Jangan Lakukan Diet Keto. Mengapa?

2 min read
Diet keto hanya cocok buat pria dan wanita menopause

Diet keto hanya cocok buat pria dan wanita menopause (Foto: dietdoctor.com)

Diet keto belakangan kini digandrungi banyak orang. Tapi harus hati-hati menjalaninya. Riset terbaru pada tikus menunjukkan bahwa diet ketogenik dengan kandungan lemak yang sangat tinggi dapat memperburuk peradangan kulit. Penderita psoriasis perlu menghindari diet seperti itu.

Para penulis penelitian – dari Paracelsus Medical University di Salzburg, Austria – melaporkan temuan mereka dalam sebuah makalah yang muncul dalam Journal of Investigative Dermatology dan dikutip oleh situs medicalnewstoday.com (18/10/2019).

Baca Juga: Ini Alasan Lain Mengapa Orang Menggandrungi Diet Keto.

Dalam studi dalam model tikus yang mengalami peradangan kulit seperti psoriasis menunjukkan bahwa beberapa diet keto – yang merupakan lemak tertinggi – sebenarnya dapat memperburuk masalah kulit tersebut.

“Studi ini mengarah pada pemahaman yang lebih luas tentang kemungkinan efek dari diet ketogenik dengan kandungan lemak yang sangat tinggi pada peradangan kulit dan menggarisbawahi pentingnya komposisi asam lemak dalam makanan,” kata rekan penulis studi Barbara Kofler, PhD.

Baca Juga: Sekedar Tahu, Diet Keto Cuma Cocok Buat Pria dan Wanita Menopause

Para peneliti memberi makan berbagai kelompok model tikus dengan radang kulit seperti psoriasis jenis ketogenik yang berbeda, termasuk yang memiliki kandungan trigliserida rantai menengah (MCT) yang tinggi. Ini adalah jenis lemak yang berasal dari kelapa.

Mereka menemukan bahwa diet MCT yang tinggi – terutama jika mereka juga mengandung asam lemak omega-3 yang berasal dari minyak ikan, kacang-kacangan, atau biji-bijian – membuat peradangan kulit lebih buruk pada tikus.

Tim juga berharap untuk mengetahui apakah diet ketogenik berbasis rantai panjang trigliserida (LCT) dapat memperlambat perkembangan peradangan kulit seperti psoriasis. 

Eksperimen mereka tidak mengkonfirmasi efek ini, tetapi mereka memang menunjukkan bahwa diet keto yang lebih seimbang tidak memperburuk peradangan kulit.

hasil studi ini tentu mengingatkan bagi penggemar diet keto. Selama ini, orang sering menggunakan diet semacam itu untuk menurunkan berat badan, karena mereka merangsang tubuh untuk masuk ketosis – suatu kondisi di mana tubuh mulai membakar lemak untuk energi daripada karbohidrat, seperti yang biasa terjadi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa diet keto dapat membantu mengelola gejala diabetes tipe 2 dan melindungi terhadap penurunan kognitif , dan dokter kadang-kadang menyarankan orang dengan epilepsi untuk mengikuti diet keto untuk mengurangi frekuensi kejang.

Namun, diet keto juga memiliki beberapa risiko dan efek samping, seperti gejala seperti flu dan ruam kulit .

%d blogger menyukai ini: