<
Sen. Des 9th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Bahaya Mengonsumsi Vitamin B-6 dan B-12 Berlebihan

3 min read
Sebuah studi baru-baru yang dilakukan peneliti Norwegia menunjukkan,konsumsi suplemen vitamin B6 dan B12 berlebih berrisiko kena patah tulang pinggul.
parkinson, parkinson, Isradipine, kalsium, neuron, Northwestern Medicine, D James Surmeier,
Share this

Vitamin sangat penting untuk kesehatan yang baik. Tetapi terlalu banyak mengonsumsi vitamin tertentu dapat merusak. Sebuah studi baru-baru ini mengeksplorasi asupan vitamin B berlebih dengan risiko patah tulang pinggul.

Dalam studi yang dikutip situs medicalnewstoday.com (14/10/2019), Haakon E. Meyer dan koleganya dari Universitas Oslo, Norwegia, tertarik meneliti vitamin B-6 dan B-12. Kedua vitamin ini melakukan beragam peran dalam tubuh dan terjadi dalam berbagai makanan.

Baca Juga: Ini Lima Gejala Kekurangan Vitamin B-12.

Bagi banyak orang sehat, cukup mudah untuk mengonsumsi vitamin B-6 dan B-12 dalam jumlah yang cukup dari makanan yang seimbang dan bervariasi.

Sebelum Meyer meneliti, periset sebelumnya pernah melakukan analisis sekunder menggunakan data dari 6.837 orang. Di dalamnya, mereka menemukan “peningkatan risiko patah tulang pinggul yang tak terduga.”

Secara khusus, risiko patah tulang paling tinggi pada individu yang mengonsumsi vitamin B-6 dan B-12.

Baca Juga: Penyakit Sendi Kini Ditemukan Obatnya.

Untuk menyelidiki hubungan lebih lanjut, para ilmuwan menggali ke dalam kumpulan data lain yang lebih besar. Hasil risetnya dipublikasikan dalam Jurnal JAMA Network Open.

Para ilmuwan di bawah pimpinan Meyer kemudian meneliti lagi dengan mengakses data dari 75.864 wanita pascamenopause yang terlibat dalam Studi Kesehatan Perawat.

Selain informasi mengenai kesehatan, diet, dan suplemen, para peneliti juga memiliki akses ke berbagai detail lainnya, termasuk kegiatan rekreasi para peserta, obat-obatan, status merokok, dan indeks massa tubuh (BMI).

Selama studi 20 tahun, ada 2.304 kasus patah tulang pinggul yang tidak terkait dengan kanker atau trauma besar, seperti kecelakaan kendaraan.

Seperti yang diharapkan, para ilmuwan melihat hubungan antara suplementasi vitamin B dan risiko patah tulang pinggul.

“Risiko tertinggi pada wanita dengan asupan tinggi gabungan kedua vitamin, menunjukkan hampir 50% peningkatan risiko patah tulang pinggul dibandingkan dengan wanita dengan asupan rendah kedua vitamin,” kata Meyer dalam artikelnya.

Namun, mereka juga menjelaskan bahwa, di antara wanita dalam kategori asupan sedang untuk kedua vitamin, risikonya tidak meningkat secara signifikan.

Para ilmuwan juga mencatat bahwa kadar vitamin B yang lebih tinggi dikaitkan dengan suplemen, bukan asupan makanan.

Mereka memperjelas bahwa beberapa orang memang perlu mengonsumsi suplemen vitamin B-12, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi B-12 saja meningkatkan risiko patah tulang pinggul.

Seperti yang penulis jelaskan, tingkat asupan vitamin B yang diperlukan untuk meningkatkan risiko patah tulang “jauh melebihi tunjangan makanan yang direkomendasikan.”

Bagaimana tepatnya vitamin B-6 dan B-12 dapat meningkatkan risiko patah tulang tidak diketahui. Penulis penelitian berteori bahwa itu mungkin terkait dengan beberapa efek samping lain dari menelan kadar B-6 yang tinggi.

Sebagai contoh, beberapa ahli percaya bahwa vitamin B-6 dosis tinggi menghasilkan gejala neurologis, seperti ataksia (yang memengaruhi koordinasi), serta penurunan tonus otot.

Gejala-gejala ini, penulis berpendapat, mungkin meningkatkan risiko patah tulang pinggul. “Kadar vitamin B-6 yang tinggi dapat “mempercepat keropos tulang dengan menangkal pengaruh modulasi estrogen pada reseptor steroid.”

Berita Terkait

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: