<
Sen. Des 9th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Manfaat Minum Yogurt Bagi Kesehatan Paru

2 min read
Studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi serat dan yogurt dapat mengurangi risiko kanker paru. Itu terungkap lewat riset dalam Jurnal JAMA Oncology.

Hasil pemindaian kanker paru (Foto: israel21c.org

Share this

Studi analisis terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi serat dan yogurt dapat mengurangi risiko terkena kanker paru. Itu terungkap lewat studi yang dipublikasikan dalam Jurnal JAMA Oncology terbaru.

Para periset membuktikan hal itu setelah meneliti kaitan diet dengan risiko kanker paru. Secara khusus, tim fokus pada dua makanan: prebiotik dan probiotik.

Prebiotik adalah senyawa yang mendukung pertumbuhan bakteri usus. Serat makanan – yang terjadi pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan – adalah prebiotik utama dalam diet kita.

Sedangkan makanan probiotik mengandung mikroorganisme. Salah satu makanan probiotik yang paling umum adalah yogurt.

“[S] tudies telah […] melaporkan asosiasi yogurt atau serat dengan pengurangan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan metabolisme, penyakit kardiovaskular, kanker saluran pencernaan, dan kematian dini,” ujar pernyataan peneliti yang dilansir oleh situs medicalnewstoday.com (29/10/2019).

Studi baru-baru ini menemukan bahwa bakteri usus berperan dalam peradangan paru-paru. Penulisnya menjelaskan bagaimana metabolit yang diproduksi oleh bakteri, seperti asam lemak rantai pendek, dapat menekan peradangan di paru-paru.

Studi lain menunjukkan hubungan antara mengonsumsi serat dan meningkatkan fungsi paru-paru.

Meskipun bukti hubungan antara bakteri usus dan kesehatan paru menguat, para peneliti di balik studi baru menulis bahwa bukti langsung yang menghubungkan asupan serat makanan dengan risiko kanker paru-paru langka. Bahkan lebih sedikit studi yang meneliti hubungan antara yogurt dan kesehatan paru-paru.

Untuk membuktikannya, tim periset melakukan analisis gabungan yang mencakup lebih dari 1,44 juta orang dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Durasi rata-rata tindak lanjut adalah 8,6 tahun, dan selama waktu ini, 18.882 peserta mengembangkan kanker paru-paru.

Setelah menyesuaikan variabel perancu, penulis menyimpulkan bahwa baik asupan serat dan yogurt berbanding terbalik dengan risiko kanker paru-paru.

Artinya, orang yang mengonsumsi serat paling banyak memiliki risiko 17% lebih rendah terkena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang mengonsumsi serat paling sedikit.

Demikian pula, orang yang paling banyak mengonsumsi yogurt memiliki risiko 19% lebih rendah terkena kanker paru-paru daripada mereka yang tidak mengonsumsi yogurt.

Bahkan partisipan yang hanya mengonsumsi yogurt dalam jumlah kecil memiliki risiko 15% lebih rendah terkena kanker paru-paru daripada mereka yang tidak mengonsumsi satu pun.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: