<
24 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Metode Baru Atasi Sakit Liver

2 min read
Ada metode baru untuk mendeteksi penyakit hati pada tahap awal adalah akurat, efektif, dan noninvasif. Diterapkan untuk pasien perlemakan hati non-alkohol.
Liver atau hati

Penyakit liver mengancam jiwa

Penderita penyakit liver atau hati jangan berkecil hati. Tidak lama lagi ada metode baru untuk mendeteksi penyakit hati pada tahap awal adalah akurat, efektif, dan noninvasif. Sudah diujicoba pada tikus. Diharapkan bisa diterapkan untuk pasien perlemakan hati non-alkohol (NAFLD).

Adalah tim yang dipimpin Profesor Jenny Yang, ahli kimia pada Universitas Negeri Georgia, Atlanta, Amerika Serikat, yang mengembangkan metode yang andal untuk mendiagnosis penyakit hati pada tahap awal. Hasil temuannya dimuat dalam Jurnal Nature Communications.

Dalam situs medicalnewstoday.com (25/10/2019), Yang dan koleganya mengembangkan pewarna kontras yang lebih sensitif yang biasa digunakan scan MRI (magnetic resonance imaging).

Zat pewarna ini, disebut ProCA32.collagen1 yang berperan mendeteksi ekspresi berlebih dari kolagen, yang juga merupakan biomarker penyakit hati. Zat warna tersebut juga terikat erat dengan gadolinium, logam kontras yang dipindai MRI secara rutin digunakan.

Yang dan tim menguji metode baru mereka pada tikus yang menderita fibrosis pada hati dan steatohepatitis nonalkohol (NASH). Setelah diujicoba, mereka menemukan bahwa zat pewarna itu dapat secara akurat mendeteksi penyakit NAFLD.

Periset menemukan bahwa zat itu dua kali lebih efektif daripada pewarna kontras biasa. Tes menggunakan sampel jaringan dari partisipan manusia menunjukkan bahwa zat itu mampu mendeteksi tumor yang ukurannya 100 kali lebih kecil daripada yang saat ini menggunakan agen kontras yang terdeteksi.

Penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD) menyerang 80 juta-100 juta orang dewasa di Amerika Serikat, atau 30-40% dari populasi.

Bersama dengan penyakit hati alkoholik , NAFLD bertanggung jawab untuk sebagian besar kasus penyakit hati kronis, sirosis , dan kanker hati.

Tingkat kematian akibat penyakit hati kronis terus meningkat di duni. Di AS, misalnya, menurut sebuah penelitian, jumlah kematian tahunan akibat sirosis meningkat sebesar 65% antara tahun 1999 dan 2016. Selama periode yang sama, jumlah tahunan kematian akibat kanker hati meningkat dua kali lipat.

Peningkatan NAFLD juga seiring dengan peningkatan secara proporsional dengan diabetes tipe 2 dan obesitas.

Banyak pasien yang terlambat pergi ke dokter, sehingga begitu berobat ke dokter, penyakit sudah parah atau ebrada pada stadium akhir yang sulit disembuhkan.


Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: