<
Sen. Des 9th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Awas, Asap Knalpot Pun Bisa Bikin Stroke

2 min read
Riset terbaru peneliti Swedia menunjukkan kaitan antara asap knalpot dengan kejadian stroke. Makin tebal kandungan karbon hitam makin tinggi risikonya.
Asap knalpot

Asap kanlpot

Share this

Asap knalpot kerap mengganggu pernapasan, apalagi jika knalpotnya dibuka. Ini menyebabkan asap yang keluar dari mesin kendaraan bermotor keluar tanpa penyaringan. Akibatnya, selain menimbulkan suara yang sangat mengganggu telinga, asapnya bisa merusak pernapasan.

Nah ternyata riset terbaru yang digarap peneliti Swedia menunjukkan kaitan antara asap knalpot dengan kejadian stroke. Itu terungkat dalam studi yang dilansir situs medicalnewstoday.com (4/11/2019).

Menurut Profesor Petter LS Ljungman, dari Institut Kedokteran Lingkungan di Institut Karolinska di Stockholm, Swedia, asap knalpot mengandung karbon hitam.

Karbon hitam adalah bahan jelaga yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), karbon hitam adalah komponen penting dari polusi udara partikel halus.

“Paparan jangka panjang karbon hitam yang dipancarkan knalpot kendaraan bermotor dikaitkan dengan kejadian stroke,” kata Ljungman dalam makalahnya di Enviromental of Health Perspective baru-baru ini.

Ljungman mengambil kesimpulan setelah meneliti tiga kota di Swedia untuk meneliti kaitan asap knalpot dengan stroke.

Ljungman dan rekannya dari Karolinska Institutet dan pusat penelitian lain di Swedia menggunakan data 114.758 orang yang merupakan peserta dalam penelitian lain yang telah mengumpulkan informasi tentang faktor risiko kardiovaskular dari pemeriksaan dan kuesioner.

Para peserta, yang tinggal di tiga kota di Swedia, sehat dan setengah baya saat dilibatkan dalam studi ini. Masa studi dimulai pada tahun 1990 dan berlangsung selama sekitar 20 tahun. Dataset termasuk riwayat alamat tempat tinggal peserta selama periode tersebut.

Selama 20 tahun masa penelitian, 5.166 orang mengembangkan penyakit jantung iskemik, dan 3.119 stroke.

Selanjutnya, periset memasukkan data untuk dua tingkat partikel: kasar, yang mencakup partikel berdiameter di bawah 10 mikrometer (10μm) (PM10), dan halus, yang mencakup partikel dengan diameter di bawah 2,5 μm (PM2.5). Karbon hitam dihitung sebagai PM2.5.

Analisis mengungkapkan bahwa risiko stroke meningkat sebesar 4% untuk setiap 0,3 mikrogram tambahan per meter kubik (μg / m3) polutan udara karbon hitam dari knalpot lalu lintas.

“Karbon hitam dari knalpot lalu lintas bisa menjadi ukuran penting untuk dipertimbangkan ketika menilai kualitas udara dan konsekuensi kesehatan,” kaat Ljungman.

Berita Terkait

3 min read
2 min read

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: