<
Sen. Des 9th, 2019

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ilmuwan: Selenium Dapat Mencegah Osteoporosis

2 min read
Riset terbaru dari ilmuwan Cina menemukan hubungan antara asupan makanan selenium dan risiko osteoporosis. Makin banyak konsumsi, makin rendah risikonya.
osteoporosis

Foto: bloggeomedii.com

Share this

Osteoporosis merupakan salah satu risiko yang ditakuti para manula, karena bisa menyebabkan patah tulang. Tapi penyakit itu bisa dicegah. Riset terbaru dari ilmuwan Cina menemukan hubungan antara asupan suplemen makanan yang mengandung selenium dan risiko osteoporosis.

Seperti dilansir situs medicalnewstoday.com (28/11/2019), para peneliti percaya bahwa zat gizi mikro lainnya dapat memengaruhi risiko osteoporosis. Mereka memutuskan untuk fokus pada selenium . Para ilmuwan mempublikasikan hasilnya dalam jurnal BMC Musculoskeletal Disorders.

Selenium adalah mineral yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Selenium berperan dalam banyak sistem tubuh dan terdapat dalam berbagai makanan, di antaranya ikan, kerang, daging merah, biji-bijian, telur, ayam, hati, dan bawang putih.

Para peneliti mengambil data dari 6.267 pasien yang berobat di Rumah Sakit Xiangya, Central South University, Cina.

Peneliti lalu mengumpulkan informasi tentang gaya hidup dan demografi mereka. Semua peserta berusia 40 tahun atau lebih dan mengisi kuesioner frekuensi makanan terperinci.

Setelah menjalani pemeriksaan osteoporosis terdaoa pada 9,6% peserta – 2,3% pada pria dan 19,7% pada wanita. Menggunakan data kuesioner, para ilmuwan membagi peserta menjadi empat kelompok, yang mereka peringkat untuk asupan selenium tertinggi hingga terendah.

Seperti yang mereka harapkan, individu dengan tingkat selenium makanan terendah memiliki risiko tertinggi terkena osteoporosis. Para penulis mengamati hubungan respons dosis.

Dengan kata lain, asupan selenium memiliki korelasi negatif dengan risiko osteoporosis. Artinya, semakin banyak selenium yang dikonsumsi individu, semakin rendah risikonya terkena osteoporosis.

Bahkan setelah mengendalikan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan BMI, hubungan itu masih signifikan. Itu juga berlaku untuk pria dan wanita.

Mereka lalu memgambil kesimpulan. Pertama, selenium dapat mempengaruhi risiko osteoporosis. Mereka menjelaskan bagaimana aktivitas molekul imun, seperti sitokin, mendorong perkembangan osteoporosis dan selenium dapat menghambat molekul-molekul ini.

Kedua, selenium membersihkan spesies oksigen reaktif di dalam sel.

Media Sosial Saya

© 2019 - Sitemap
error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: