<
27 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

FDA Setujui Obat Jantung Dari Minyak Ikan

2 min read
FDA (Food and Grug Administration) - semacam Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat - mengeluarkan pernyataan mengejutkan.
rdiovaskular

FDA (Food and Grug Administration) – semacam Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat – mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

Di situ, FDA telah menyetujui penggunaan obat baru sebagai terapi tambahan untuk membantu mencegah penyakit kradiovaskular pada orang dewasa dengan kadar trigliserida 150 miligram per desiliter atau lebih tinggi, yang dihitung sebagai kadar yang meningkat.

Obat itu, bermerk Vascepa, tersedia dalam bentuk kapsul. Bahan aktif utamanya adalah asam eicosapentaenoic. Ini, seperti yang dilansir dari situs medicalnewstoday.com (18/12/2019), adalah asam lemak omega-3 yang diekstrak dari minyak ikan.

Sesuai rekomendasi FDA, dokter hanya harus meresepkan Vascepa untuk mereka yang memiliki kadar trigliserida tinggi yang abnormal dan sebagai terapi tambahan untuk dosis statin maksimum yang dapat ditoleransi.

Ini adalah obat-obatan yang biasanya orang gunakan untuk menjaga kadar kolesterol mereka dalam pengawasan dan meminimalkan risiko kardiovaskular.

“FDA [mengakui bahwa] ada kebutuhan untuk perawatan medis tambahan untuk penyakit kardiovaskular,” kata Dr. John Sharretts, penjabat wakil direktur Divisi Produk Metabolisme dan Endokrinologi di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.

“Persetujuan ini akan memberi [orang] peningkatan trigliserida dan faktor risiko penting lainnya, termasuk penyakit jantung, stroke dan diabetes, pilihan pengobatan tambahan yang dapat membantu mengurangi risiko kejadian kardiovaskular,” ujar Sharrets.

FDA menyetujui obat minyak ikan baru untuk membantu mengurangi risiko kardiovaskular. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di antara orang dewasa di Amerika Serikat.

Bahkan, setiap 37 detik, satu orang meninggal karena peristiwa kardiovaskular di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia penyakit jantung masih menjadi penyakit pembunuh utama di Indonesia.

%d blogger menyukai ini: