<
27 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Mengapa Sayuran-Buah Bisa Cegah Kanker Kolorektal?

2 min read
Kanker kolorektal kini jadi penyakit pembunuh utama ketiga. Tapi, peneliti telah mengidentifikasi potensi metabolit flavonoid di buah-buahan dan sayuran untuk mencegah kanker kolorektal.

Foto: healthline.com

Di seluruh dunia, lebih dari 1 juta orang diperkirakan didiagnosis kanker kolorektal setiap tahun. Kanker jenis menjadi penyebab paling umum ketiga kematian akibat kanker di Amerika Serikat (AS) dan mungkin Indonesia juga, setelah kanker payudara dan kanker serviks.

Para ahli memperkirakan bahwa pada 2019, dokter akan mendiagnosis 101.420 kasus baru kanker usus besar dan 44.180 kasus baru kanker dubur di AS saja. Mereka juga menaksir bahwa 51.020 orang akan meninggal karena kanker kolorektal pada 2019.

Faktor risiko untuk kanker kolorektal meliputi faktor diet tertentu, seperti diet yang kaya akan daging merah, seperti daging sapi, domba atau babi, dan daging olahan, seperti hot dog. Faktor risiko lain termasuk memiliki kelebihan berat badan dan obesitas.

Studi sebelumnya telah mengidentifikasi bahwa flavonoid, senyawa alami dalam buah dan sayuran, menghambat kanker. Tetapi sampai kini tidak ada yang tahu apa yang membuatnya efektif mencegah tumor ganas.

Kini para peneliti telah mengidentifikasi potensi metabolit flavonoid untuk mencegah kanker kolorektal. Senyawa ini terdapat pada buah dan sayuran, seperti blackberry, blueberry, anggur merah, apel, bawang merah, brokoli, delima, stroberi, aprikot, kol merah, dan kulit terong ungu, cokelat dan teh.

Seperti dikutip situs Medical News Today (26/12), Profesor Jayarama Gunaje dan timnya di South Dakota State University di Brookings, AS, menyimpulkan itu setelah pada awalnya menyelidiki aspirin sebagai cara untuk mencegah kanker.

Selama riset berlangsung, mereka mengungkap detail baru tentang flavonoid dan bagaimana mereka dapat mencegah kanker kolorektal. Hasil temuan mereka dipublikasikan dalam Jurnal Cancers.

Tim menemukan bahwa asam 2,4,6-trihydroxybenzoic (2,4,6-THBA) – senyawa yang diproduksi ketika bakteri usus memecah flavonoid – menghambat enzim yang terlibat dalam pembelahan sel – termasuk sel kanker.

“Menariknya [2,4,6-THBA] juga ada dalam jumlah kecil dalam anggur merah, mungkin [karena] degradasi senyawa flavonoid dalam anggur selama proses fermentasi,” ujar Gunaje.

Dari situ, Gunaje dan timnya berhipotesis bahwa 2,4,6-THBA mungkin menjadi kontributor sifat pencegahan kanker dari flavonoid, yang terdapat pada beberapa sayuran dan buah-buahan.

Eksperimen selanjutnya, kata Gunaje, membuktikan bahwa 2,4,6-THBA menghambat pertumbuhan sel kanker dalam sel yang mengekspresikan protein transporter fungsional (SLC5A8) di membran plasma.

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: