<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Tes Kolesterol Sejak Remaja Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung

2 min read
Risiko penyakit jantung bisa dideteksi sejak remaja. Salah satunya mengukur kadar kolesterol sejak remaja. Jika HDL naik, risiko ke depan menjadi rendah.

Foto: hopkinsmedicine.org

Penyakit jantung memang banyak mengenai orang dewasa dan lanjut usia. Namun sebenarnya, risiko itu bisa dideteksi sejak remaja. Salah satunya dengan mengukur kadar kolesterol sejak remaja.

Ini bisa dibuktikan dengan hasil kolesterol yang ditemukan pada remaja di Amerika Serikat (AS). Seperti dikutip situs Medical News Today (29/12), lebih dari 12% orang dewasa di AS berusia 20 tahun ke atas memiliki kadar kolesterol total di atas 240 miligram per desiliter (mg/dl), yang menurut dokter terbilang tinggi.

Bahkan dari anak-anak dan remaja berusia 6-19 tahun, sekitar 7% memiliki kolesterol total yang tinggi alias normal. Total kolesterol dianggap normal bila memiliki kadar 200 mg/dl. Artinya anak-anak dan remaja tadi sudah mempunyai kolesterol total rata-rata 214 mg/dl.

“Peningkatan risiko pada orang yang lebih muda ini bisa disebabkan oleh paparan yang lebih lama terhadap lipid berbahaya dalam darah,” kata Prof Barbara Thorand, dari Pusat Penelitian Kesehatan Lingkungan Jerman di Neuherberg, yang ikut menggarap studi.

Studi baru yang komprehensif, yang muncul di The Lancet, melibatkan 400.000 orang di 19 negara hingga 43,5 tahun (1970-2013). Temuan ini menyoroti hubungan antara kadar kolesterol jahat (non-HDL) pada orang di bawah 45 tahun dan risiko jangka panjang penyakit jantung dan stroke.

Terlepas dari studi sebelumnya, studi observasional dan pemodelan ini, yang melihat data tingkat individu, menunjukkan bahwa peningkatan kadar kolesterol non-HDL pada usia yang lebih muda dapat memprediksi risiko kardiovaskular pada usia 75 tahun.

Penelitian ini menggunakan data dari 38 studi yang dilakukan di AS, Eropa, dan Australia.Dari hampir 400.000 orang yang mengikuti penelitian ini, tidak ada yang memiliki penyakit kardiovaskular pada awalnya.

Para ilmuwan melacak partisipan selama beberapa dekade dan mengambil perincian dari setiap kejadian penyakit jantung, fatal atau sebaliknya, atau stroke.

Secara total, ada 54.542 insiden penyakit jantung, fatal atau non-fatal, dan stroke, dalam bebrapa dekade sesudahnya.

Ketika peneliti menganalisis data untuk semua kelompok umur dan kedua jenis kelamin, mereka melihat bahwa risiko penyakit jantung atau stroke turun secara terus-menerus ketika kadar non – HDL turun.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: