<
30 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Harapan Baru Bagi Penderita Serangan Jantung

2 min read
Prof James Chong dari Universitas Sydney, Australia berhasil menggunakan protein yang menargetkan jaringan parut yang terbentuk setelah serangan jantung.

Serangan jantung (Foto: radion.co.nz)

Para peneliti yang dipimpin Prof James Chong dari Universitas Sydney di Australia telah mengeksplorasi pengobatan alternatif yang menargetkan jaringan parut yang terbentuk setelah serangan jantung.

Seperti dilansir situs Medical News Today (3/1), Chong dan rekan mengevaluasi potensi terapeutik dari terapi protein yang disebut recombinant human platelet-derived growth factor-AB (rhPDGF-AB).

rhPDGF-AB adalah faktor pertumbuhan rekombinan-AB yang berasal dari trombosit manusia. Trombosit adalah kepting sel darah yang berfungsi mempercepat penyembuhan luka dengan membantu pembekuan darah.

Para periset menguji pengobatan baru melalui ujicoba pada babi yang mengalami serangan jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa terapi ini dapat segera membantu manusia pulih dari serangan jantung.

Temuan Chong muncul dalam jurnal Science Translational Medicine.

Chong melakukan uji coba secara acak pada 36 babi. bayi sebanyak itu dibagi dalam tiga kelompok. Yaitu: yang menerima prosedur palsu pada lima babi yang tidak mengalami serangan jantung), kelompok babi yang mengalami penyumbatan balon arteri koroner untuk meniru serangan jantung dan menggunakan plasebo sebagai “pengobatan” (11 babi).

Sedangkan, sisanya, babi yang menerima oklusi balon dan 7 hari infus rhPDGF-AB intravena (11 babi).

Walhasil, sembilan dari babi yang mengalami serangan jantung meninggal sebelum memiliki kesempatan untuk menerima perawatan apa pun.

Sebulan setelah intervensi, para peneliti menggunakan MRI (magnetic resonance imaging) jantung dan metode lain untuk menunjukkan bahwa trapi baru itu menciptakan lebih banyak pembuluh darah baru terbentuk, penurunan irama jantung abnormal, dan meningkatkan fungsi jantung secara keseluruhan.

Secara khusus, 28 hari setelah serangan jantung, prosedur baru meningkatkan kelangsungan hidup sebesar 40% dibandingkan dengan plasebo dan meningkatkan fraksi ejeksi jantung di ventrikel kiri – tempat serangan jantung terjadi – sebesar 11,5%.

“Dengan meningkatkan fungsi jantung dan pembentukan bekas luka setelah serangan jantung, pengobatan dengan rhPDGF-AB menyebabkan peningkatan keseluruhan tingkat kelangsungan hidup dalam penelitian kami,” jelas Chong.

Setelah studi tersebut, para peneliti segera menguji terapi baru untuk meningkatkan fungsi jantung dan pemulihan setelah serangan jantung.

Hasil ini tentu menggembirakan dan bisa membantu pasien serangan jantung. Maklum jumlah pasien cukup banyak. Menurut American Heart Association (AHA), sekitar 605.000 orang di Amerika Serikat menderita serangan jantung baru setiap tahun, dan sekitar 200.000 mengalami serangan berulang.

%d blogger menyukai ini: