<
30 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Minuman Berkafein Bisa Hambat Penambahan Berat Badan

2 min read
Menurut studi terbaru pads tikus, mengonsumsi kafein dapat menghambat penambahan lemak tubuh, sehingga bisa mengurangi risiko obesitas.
Minum teh panas berisiko kena kanker kerongkongan

Minum teh panas berisiko kena kanker kerongkongan (Foto: extra.ie)

Mengonsumsi kafein dapat mengimbangi beberapa konsekuensi yang tidak sehat dari diet yang memicu obesitas, menurut sebuah studi baru pada tikus.

Seperti dikutip situs Medical News Today (5/1), para ilmuwan di University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat (AS) memberi makan tikus diet tinggi lemak dan tinggi gula.

Mereka kemudian memberikan minuman beberapa tikus dengan kafein yang diekstrak dari teh. Sebagian tikus diberikan teh berkafein dan sebagian lagi dengan teh non-kafein.

Jumlah kafein setara dengan jumlah yang dikonsumsi manusia dari minum 4 cangkir kopi per hari.

Setelah 28 hari, nampak perbedaan nyata dalam massa tubuh tanpa lemak di antara enam kelompok tikus. Tikus-tikus yang mengonsumsi kafein dari sumber mana pun memperoleh lebih sedikit tambahan lemak tubuhnya daripada rekan-rekan mereka dalam kelompok non-kafein.

Walhasil, tikus yang mengonsumsi ekstrak kafein bertambah berat 16% lebih sedikit dan lemak tubuh 22% lebih sedikit daripada yang mengonsumsi teh tanpa kafein.

Efek anti-obesitas serupa di antara tikus yang mengonsumsi kafein sintetis atau kafein yang diekstrak dari kopi.

Dengan mempelajari sel-sel tikus, para ilmuwan menemukan bahwa kafein memberikan beberapa efeknya dengan mengubah ekspresi gen tertentu.

Mereka melaporkan hasilnya dalam Journal of Functional Foods baru-baru ini.

Temuan tersebut tentu menambah pengetahuan tentang potensi teh untuk membantu memerangi obesitas. Selama ini sudah banyak diketahui bahwa teh mengandung vitamin, flavonoid, dan senyawa fenolik dalam teh herbal.

Mate, atau yerba mate, adalah minuman yang terbuat dari daun pohon Ilex paraguariensis St. Hilaire. Ini adalah minuman populer di Amerika Selatan, di mana konsumsi di negara-negara seperti Brasil, Chili, Argentina, Paraguay, dan Uruguay dapat mencapai 3-10 kilogram per kapita.

Minuman ini telah menjadi alternatif populer untuk teh hitam dan kopi karena reputasinya sebagai pelindung terhadap infeksi, obesitas, diabetes, dan kondisi kardiovaskular.

Satu sajian khas pasangan mengandung antara 65 dan 130 miligram (mg) kafein. Secangkir kopi diseduh, sebaliknya, dapat mengandung 30–300 mg kafein.

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: