<
28 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Pfizer Gelar Forum Bahas Resistensi Anti Mikroba

2 min read
Pfizer gelar forum resistensi anti mikroba

Pfizer gelar forum resistensi anti mikroba

Pfizer bekerja sama dengan Dewan Bisnis untuk Internasional Understanding (BCIU) mengadakan forum tingkat tinggi di Jakarta,membahas masalah resistensi antimikroba.

Tujuannya, untuk mengatasi masalah kesehatan global di Indonesia
resistensi antimikroba dan dampaknya di Indonesia dan Asia Tenggara.

Froum tersebut dihadiri oleh senior pejabat pemerintah dari Kementerian Kesehatan serta profesional perawatan kesehatan terkemuka dari seluruh
negara, yang mengakui bahwa resistensi antimikroba (AMR) masih menjadi keprihatinan serius di kalangan industri kesehatan dan masyarakat.

Ini karena munculnya bakteri penghasil betalaktam (ESBL). Diperkirakan pada 2050, setiap tahun lebih dari 4,7 juta orang di Asia Pasifik akan mati
dari infeksi yang sebelumnya dapat disembuhkan dengan antibiotik.

Ini merupakan angka kematian tertinggi yang diproyeksikan secara global. Faktor unik untuk Asia Pasifik (termasuk lingkungan, sosial ekonomi, pertanian, geografis dan demografis).

Banyak dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di kawasan Asia Pasifik juga memiliki kebijakan perawatan kesehatan yang kurang ketat, dan antibiotik seringkali mudah didapat.

Sementara itu, dengan hampir 260 juta orang, Indonesia adalah negara ke-4 terpadat di dunia. Indonesia juga mencatat tertinggi tingkat resistensi di antara negara-negara Asia dengan 6%.

Menurut Survei Kesehatan Nasional 2013, sekitar 86% antibiotik di Indonesia disimpan tanpa resep.

Anil Argilla, Presiden Direktur – PT Pfizer Indonesia, menekankan pentingnya kemitraan antara publik-swasta kemitraan untuk mendorong kesadaran publik dan menyatakan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memerangi ancaman yang berkembang resistensi antimikroba.

Pfizer, kata Anil, mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan materi Program Antibiotik Stewardship bersama dengan Komite Nasional Pengendalian AMR (KPRA) dan asosiasi medis terkait.

“Kami akan mendukung pelatihan dan lokakarya tentang Program Pengelolaan Antimikroba Indonesia implementasi di lebih dari 30 rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Anil.

%d blogger menyukai ini: