<
28 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Terapi Baru Leukemia Yang Relatif Murah

2 min read

AriesKelanaCom – Ilmuwan Institut Karolinska, Stockholm, Swedia, bersama SciLifeLab,  berhasil mengembangkan obat acute myeloid leukemia (AML). Keistimewaan obat ini adalah murah dan umum dijumpai, yaitu hydroxyurea.

Hydroxyurea adalah obat murah yang digunakan untuk mengobati penyakit darah seperti AML. Dan peneliti mengombinasikannya dengan sitarabin – obat AML yang dikenal luas.

Seperti dikutip situs Science Daily (17/1), mereka sudah membuktikannya dalam ujicoba pada tikus. Setelah itu akan dilakukan studi uji klinis pada manusia. Hasil studi pada mencit dipublikasikan dalam medis EMBO Molecular Medicine.

Leukemia merupakan salah satu jenis  kanker darah yang ditandai salah satunya, produksi sel darah putih (leukosit) meningkat. menyebabkan kelebihan jumlah sel darah putih.

Sedangkan AML adalah penyakit yang diderita lebih dari 20.000 orang di Amerika Serikat setiap tahun. Angka kematiannya cukup tinggi terutama pada pasien yang berusia lanjut.

Salah satu obat yang dimaksud adalah  sitarabin (ara-C). Obat ini bekerja secara sitotoksik yang mengganggu replikasi DNA (dioxyribo nucleic acid) sel kanker.

Namun, banyak pasien yang bisa sembuh dengan sitarabin lantaran sel-sel leukemia mengandung enzim SAMHD1 berlebih. Enzim inilah yang ditengarai memecegah metabolit aktif sitarabin, sehingga pengobatan dengan senyawa sitarabin menjadi tidak efektif.

Penderita AML yang kadar SAMHD1 tinggi, angka harapan hidupnya lebih rendah daripada yang kadar SAMHD1nya rendah.

Maka, salah satu strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan pengobatan AML – dan diterapkan si peneliti -adalah dengan menghambat efek enzim ini pada sitarabin.

Dalam studi tersebut, para peneliti menguji dampak lebih dari 33.000 zat berbeda pada kemampuan SAMHD1 untuk memecah ara-CTP dalam sel-sel leukemia yang diobati dengan sitarabin – yang rencananya akan dikombinasi dengan obat lain.

Percobaan mengarah pada identifikasi tiga zat yang berbeda, yang disebut ribonucleotide reductase inhibitor (RNRi), yang semuanya mengurangi kemampuan SAMHD1 untuk menonaktifkan ara-CTP: hydroxyurea, gemcitabine, dan triapine.

Gemcitabine adalah obat kuat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, tetapi bisa beracun jika diberikan berulang kali. Sementara itu, triapine masih  menjalani studi klinis untuk terapi kanker. Sebaliknya, sitarabin tidak menimbulkan efek samping serius.

“Menambahkan salah satu dari tiga zat ini secara signifikan meningkatkan efek pengobatan sitarabin dalam sampel sel dengan tingkat tinggi SAMHD1,” kata Nikolas Herold, peneliti di Departemen Kesehatan Wanita dan Anak-anak di Institut Karolinska.

“Ini berlaku untuk sampel pasien anak-anak dan orang dewasa yang terkena. Pada tikus AML, kita juga melihat bahwa kelangsungan hidup rata-rata secara signifikan diperpanjang ketika sitarabanidikombinasikan dengan penghambat RNR

%d blogger menyukai ini: