<
21 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Efektivitas Vaksinasi BCG Diragukan Ilmuwan AS

2 min read
Peneliti AS bilang, vaksinasi BCG relatif kurang efektif cegah penyakit tuberkulosis. Vaksinasi lewat pembuluh darah lebih efektif daripada di bawah kulit.
Vaksinasi BCG Untuk Cegah TBC

Vaksinasi BCG Untuk Cegah TBC

AriesKelanaCom – Saat ini hanya ada satu vaksin yang tersedia, yang disebut bacillus Calmette-Guérin (BCG). Tujuannya untuk mencegah infeksi penyakit tuberkulosis (TB).

Para tenaga kedokteran – dokter, bidan, mantri, atau perawat – memberikan vaksin secara intradermal sejak bayi lahir. Yaitu, mereka menyuntikkannya langsung di bawah kulit.

Namun, dengan cara pemberian ini, menurut Profesor JoAnne Flynn, Ph.D, ahli mikrobiologi dan genetika molekuler di Pusat Penelitian Vaksin Universitas Pittsburgh di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), efektivitas vaksin bervariasi tidak selalu sama dari masing-masing orang.

Pemberian yang efektifnya menurutnya, adalah dengan menyuntikkan langsung secara intravena atau melalui pembuluh darah vena. Ucapan itu didukung oleh studinya yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Para peneliti tersebut berhipotesis bahwa “dosis yang cukup tinggi” BCG intravena akan berhasil.

Mereka memulai untuk menguji hipotesis mereka dan mencari cara untuk mendapatkan jumlah sel T yang cukup yang dapat melindungi terhadap infeksi TB pada kera rhesus yang rentan terhadap infeksi.

Para periset membagi monyet menjadi enam kelompok. Yaitu: monyet yang tidak menerima vaksin, monyet yang menerima suntikan manusia standar, monyet yang menerima dosis lebih kuat tetapi dengan rute injeksi standar yang sama.

Kemudian, kelompok monyet yang menghirup vaksin dalam bentuk kabut , monyet yang mendapat injeksi plus kabut, dan monyet yang mendapat dosis BCG yang lebih kuat tetapi dalam satu suntikan intravena.

Setelah 6 bulan, para ilmuwan memaparkan monyet-monyet itu pada TB. Akibatnya, sebagian besar monyet mengalami peradangan paru-paru.

Tim lalu memeriksa tanda-tanda infeksi dan perjalanan penyakit di antara berbagai kelompok kera.

Dari semua kelompok, kelompok monyet yang menerima vaksin secara intravena memiliki perlindungan paling besar terhadap bakteri TB. Hampir tidak ada bakteri TB di paru-paru monyet ini.

Sedangkan monyet yang telah menerima vaksin dengan cara standar memiliki bakteri hampir sebanyak bakteri yang sama sekali pada kelompok monyet yang tidak menjalani vaksinasi sama sekali.

“Efeknya luar biasa,” kata Flynn. “Ketika kami membandingkan paru-paru hewan yang diberi vaksin secara intravena dengan rute standar, kami melihat pengurangan 100.000 kali lipat dalam beban bakteri. Sembilan dari 10 hewan tidak menunjukkan peradangan di paru-paru mereka.” (akl)

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: