<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Harapan Baru Bagi Penderita Osteoartritis

2 min read

AriesKelanaCom – Selama ini penderita osteoartritis atau lebih dikenal dengan sebutan pengapuran sendi cuma diberikan dua pilihan terapi. Yaitu: obat pereda nyeri atau menjalani operasi pergantian sendi.

Tapi kini ada harapan baru. Profesor Juan Carlos Izpisua Belmonte, ketua tim peneliti pada Salk’s Gene Expression Laboratory, San Diego, California, Amerika Serikat, menemukan terapi baru untuk penyakit ini.

Dalam situs Scitech Daily (26/1), Belmonte dan koleganya menemukan kombinasi obat yang bisa mengatasi osteoartritis. Dua obat eksperimental itu sudah diujicoba pada tikus dan sel tulang rawan manusia. Hasil ujicoba itu pun sudah dipublikasikan dalam jurnal Protein & Cell edisi 16 Januari 2020.

“Apa yang benar-benar menarik adalah bahwa ini berpotensi terapi yang dapat diterjemahkan ke klinik dengan mudah,” kata Belmonte. “Kami sangat senang untuk terus menyempurnakan terapi kombinasi yang menjanjikan ini untuk penggunaan manusia.”

Dalam studi tersebut, Belmonte cs menggunakan dua molekul obat yang kerap digunakan untuk mengurangi gejala osteoartritis. Yaitu: alpha-KLOTHO dan TGF beta receptor 2 (TGFβR2).

αKLOTHO bertindak pada mesh molekul yang mengelilingi sel tulang rawan artikular, menjaga matriks ekstra-seluler ini dari degradasi. Sedangkan, TGFβR2 bertindak lebih langsung pada sel-sel tulang rawan, merangsang proliferasi mereka dan mencegah kerusakannya.

“Kami berpikir bahwa dengan mencampurkan kedua molekul ini yang bekerja dengan cara yang berbeda, mungkin kita bisa membuat sesuatu yang lebih baik,” kata Paloma Martinez-Redondo, rekan Belmonte.

Selama enam minggu tikus-tikus tersebut diberikan molekul obat, dan sebagian lagi diberikan molekul kontrol. Hasilnya, tikus yang menerima partikel kontrol menderita osteoartritis lebih parah di lututnya, dengan penyakit berkembang dari tahap 2 ke tahap 4.

Sebaliknya, tikus yang telah menerima partikel yang mengandung DNA αKLOTHO dan TGFβR2 menunjukkan pemulihan tulang rawan mereka. Artinya, tulang rawan lebih tebal, lebih sedikit sel yang sekarat, dan sel-sel aktif berkembang biak dengan baik.

Kondisi tulangnya membaik, dan tak ada efek samping.

“Sejak pertama kali kami menguji kombinasi obat ini hanya pada beberapa hewan, kami melihat peningkatan besar,” kata Isabel Guillen-Guillen, rekan lain Belmonte.

Eksperimen lebih lanjut dilakukan pada sel tulang rawan tikus. Hasilnya, mengungkapkan 136 gen yang lebih aktif dan 18 gen yang kurang aktif dalam sel-sel tulang rawan tikus yang diobati dibandingkan dengan tikus kontrol.

Di antara mereka adalah gen yang terlibat dalam peradangan dan respon imun, menunjukkan beberapa jalur dimana pengobatan kombinasi bekerja.

Untuk menguji penerapan kombinasi obat pada manusia, tim mengobati sel tulang rawan artikular manusia terisolasi dengan αKLOTHO dan TGFβR2. Tingkat molekul yang terlibat dalam proliferasi sel, pembentukan matriks ekstra-seluler, dan identitas sel tulang rawan semuanya meningkat.

%d blogger menyukai ini: