<
27 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

FDA Setujui Obat Penyakit Kanker Kulit Langka Ini

3 min read
FDA menyetujui penggunaan obat kanker kulit langka sarkoma epiteloid, yaitu tazemetostat. Kanker ini menyerang orang dewasa dan remaja.
Tanda Kanker Sarkoma Apiteloid

AriesKelanaCom – Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan lampu hijau yang dipercepat perdarannya kepada Tazverik (tazemetostat) untuk terapi penderita sarkoma epiteloid yang sudah metastase pada pasien orang dewasa atau remaja berusia 16 tahun ke atas.

Metastase yang bisa diterapi dengan tazemetostat adalah metastase daerah sekitar lokasi kanker awal, dan belum menyebar ke bagian tubuh yang jauh). Atau juga efektif untuk pasien yang tidak memenuhi syarat untuk reseksi lengkap (pembedahan mengangkat semua jaringan, struktur, atau organ).

Sarkoma epiteloid adalah sub-jenis sarkoma jaringan lunak yang jarang terjadi pada orang dewasa muda. Sebagian besar kasus sarkoma epiteloid dimulai di jaringan lunak di bawah kulit ekstremitas, meskipun dapat dimulai di area lain dari tubuh.

Richard Pazdur, M.D., Direktur Pusat Onkologi Unggulan FDA dan direktur pelaksana Kantor Penyakit Onkologi di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA, dalam rilisnya (23/1), mengatakan bahwa Sarkoma Epiteloid menyumbang kurang dari 1% dari semua sarkoma jaringan lunak.

Sampai hari ini, tidak ada pilihan pengobatan khusus untuk pasien dengan sarkoma epiteloid.

“Persetujuan Tazverik menyediakan opsi perawatan yang secara khusus menargetkan penyakit ini. Ketika kami membawa aplikasi Tazverik ke Komite Penasihat Obat-Obatan Onkologis bulan lalu, panitia memutuskan dengan suara bulat bahwa manfaat obat melebihi risiko,” ujar Pazdur.

Tazemetostat bekerja dengan memblokir aktivitas EZH2 methyltransferase, yang dapat membantu menjaga sel kanker agar tidak tumbuh.

Selama ini terapi salah satu jenis kanker kulit langka itu adalah dengan melakukan pengangkatan dengan pembedahan dianggap sebagai perawatan utama ketika kanker dilokalisasi ke satu area tubuh.

Kemoterapi atau radiasi juga dapat diberikan. Namun, ada kemungkinan tinggi untuk penyebaran penyakit lokal dan regional bahkan dengan pengobatan dan sekitar 50% pasien memiliki penyakit metastasis pada saat diagnosis. Penyakit metastasis dianggap mengancam jiwa pasien.

Persetujuan obat tersebut setelah FDA mengerjakan uji klinis yang mendaftarkan 62 pasien dengan sarkoma epiteloid metastatik atau lanjut secara lokal.

Selama uji klinis, pasien menerima 800 miligram (mg) Tazverik dua kali sehari sampai penyakit berkembang atau pasien mencapai tingkat toksisitas yang tidak dapat diterima. Penilaian respons tumor dilakukan setiap delapan minggu selama uji klinis.

Peneliti mengukur berapa banyak pasien yang mengalami penyusutan lengkap atau sebagian (dengan jumlah tertentu) dari tumor mereka selama perawatan (tingkat respons keseluruhan).

Walhasil, tingkat respons keseluruhan adalah 15%, dengan 1,6% pasien memiliki respons lengkap dan 13% memiliki respons parsial. Dari sembilan pasien yang mendapat respons, enam (67%) pasien memiliki respons yang bertahan enam bulan atau lebih.

Ada pun efek samping yang paling umum pasien pemakai tazemetostat adalah rasa sakit, kelelahan, mual, nafsu makan menurun, muntah dan sembelit.

Selain itu, kata siaran pers FDA, pengguna obat itu berisiko terkena penyakit kanker lain, antara lain, limfoma sel T lymphoblastic (sejenis kanker darah yang mempengaruhi sistem limfatik yang biasanya ditemukan pada kelenjar getah bening), sindrom myelodysplastic (kelainan yang dihasilkan dari pembentukan darah yang buruk atau disfungsional darah), dan leukemia myeloid akut (kanker darah dan sumsum tulang).

Sedangkan pada wanita hamil, obat ini bisa merusak janin.

%d blogger menyukai ini: